Indonesia  English



Program Hibah Dikti

Untuk dapat menyelenggarakan kewajiban penelitian dan pengabdian kepada masyarakat seperti yang tertera pada Undang-Undang No. 20 Pasal 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan sejalan dengan kewajiban tersebut Undang- undang nomor 12 tahun 2012 tentang perguruan tinggi menegaskan bahwa penelitian di perguruan tinggi diarahkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa.  Dalam Undang-undang tersebut ditegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan sivitas akademika dalam mengamalkan dan membudayakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sejalan dengan visi Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), cq Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditlitabmas) mendorong dan memfasilitasi para dosen dalam melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat guna mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi, daya saing bangsa, dan kesejahteraan rakyat secara terprogram dan berkelanjutan.

Kegiatan hibah penelitian yang didanai oleh DP2M DIKTI diantaranya adalah:

1. Penelitian Desentralisasi

  1. Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi (PUPT)
  2. Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi (PUPT) adalah penelitian yang mengacu pada bidang unggulan yang telah ditetapkan dalam RIP perguruan tinggi. Tujuannya adalah untuk menciptakan keunggulan penelitian di perguruan tinggi. Sasaran akhir dari penelitian ini adalah dihasilkannya inovasi teknologi pada bidang-bidang unggulan (frontier) dan rekayasa sosial guna meningkatkan pembangunan berkelanjutan pada tingkat lokal maupun nasional. Jumlah dana minimum yang dialokasikan untuk program ini adalah Rp. 50 juta per tahun.

2. Penelitian Kompetitif Nasional

  1. Penelitian Unggulan Strategis Nasional (PUSNAS)
  2. Skema penelitian yang didanai melalui hibah ini difokuskan bagi penguatan penelitian terinstitusi (kegiatan penelitian berbasis kelembagaan) yang ditawarkan kepada unit peneliti (bukan individu peneliti) yang berada dalam koordinasi lembaga perguruan tinggi. Salah satu tujuannya adalah terwujudnya pusat penelitian unggulan (research center of excellence) yang mampu menumbuhkan kapasitas inovasi sejalan dengan kemajuan teknologi (state of the art of technologies) dan berorientasi pada market driven serta implementasi hasil penelitian untuk pengembangan industri dan pembinaan karakter bangsa. Program ini sangat terkait dengan penguatan rantai dukungan teknologi (technology supply chains). Selain itu program inipun harus berorientasi pada kegiatan produksi yang spesifik dan permintaan pasar (market driven) sehingga teknologi yang akan dikuasai dan dikembangkan, yang dipetakan dalam bentuk peta jalan harus memiliki hubungan yang kuat dengan teknologi produk dan teknologi proses produksi yang terkait dengan sektor strategis dan pembinaan karakter bangsa. Biaya penelitian yang disediakan adalah Rp500.000.000 ,- – Rp1.000.000.000,- per judul per tahun.

  3. Riset Andalan Perguruan Tinggi dan Industri (RAPID)
  4. Program Rapid merupakan wahana yang memberikan kesempatan bagi terwujudnya hubungan kerja sinergis antara lembaga penghasil konsep dan teknologi dengan lembaga manufaktur/industri. Selanjutnya produk-produk industrial mutakhir dengan fitur-fitur baru, atau yang mampu memutus rantai ketergantungan dengan pihak luar negeri, dimungkinkan beredar di pasaran sebagai hasil penelitian-penelitian perguruan tinggi di dalam negeri. Dengan demikian, budaya penelitian (yang bernuansa penciptaan produk secara berkelanjutan) akan tumbuh di dunia industri Indonesia, dan budaya industry (yang bernuansa time to market) akan tumbuh pula di perguruan tinggi di Indonesia. Jumlah dana maksimum yang dialokasikan untuk program ini adalah Rp. 300 juta s/d Rp. 400 juta per judul per tahun.

  5. Penelitian Kerjasama Luar Negeri dan Publikasi Internasional (KLN)
  6. Tujuan program penelitian Kerjasama Luar Negeri dan Publikasi Internasional adalah memperluas jejaring (network) penelitian dari para peneliti perguruan tinggi di Indonesia dengan mitranya di luar negeri sehingga akan tercipta pemanfaatan sumberdaya dan fasilitas bersama antar lembaga secara berkesinambungan, meningkatkan kemampuan para peneliti di perguruan tinggi Indonesia untuk melakukan kerjasama penelitian dengan lembaga mitra di luar negeri, meningkatkan pengakuan internasional (international recognition) bagi penelitian yang dilakukan, meningkatkan mutu penelitian dan jumlah publikasi ilmiah dalam jurnal ilmiah bereputasi internasional, meningkatkan citation index para peneliti Indonesia, meningkatkan mutu dan kompetensi para dosen di perguruan tinggi Indonesia, memfasilitasi para dosen perguruan tinggi di Indonesia yang sedang atau akan melaksanakan kerjasama penelitian dengan lembaga mitra di luar negeri khususnya dengan negara-negara maju. jumlah dana penelitian yang dialokasikan pada program ini berkisar antara Rp.150.000.000,- – Rp.200.000.000,- per judul per tahun.

  7. Penelitian Kompetensi (HIKOM)
  8. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh dosen dalam melaksanakan tugas tridarmanya. Dengan hibah kompetensi ini, diharapkan dosen lebih leluasa memperdalam, memperluas, dan mendiseminasikan hasil pelaksanaan tridharma. Secara lebih khusus, dengan hibah ini diharapkan dosen selalu konsisten menekuni bidang ilmunya, sehingga program penelitiannya tuntas dan menjadi peneliti terbaik di bidangnya. Hibah Kompetensi ini juga penting guna memudahkan pemerintah mengidentifikasi dan memetakan kompetensi dosen/peneliti di Indonesia. Biaya pertahun perjudul berkisar Rp.100.000.000,- – Rp.150.000.000,-.

  9. Penelitian Strategis Nasional (STRANAS)
  10. Kegiatan Penelitian Strategis Nasional merupakan tanggapan atas pencanangan 6 bidang strategis nasional oleh Presiden RI pada tahun 2008, yang memerlukan penelitian intensif untuk mengatasi berbagai masalah bangsa Indonesia. Keenam bidang strategis tersebut dikembangkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Dikti menjadi 12 tema isu strategis untuk diteliti dengan mengakomodasi semua cabang keilmuan di perguruan tinggi. Program penelitian Strategis Nasional memiliki penekanan pada lima aspek adalah rogram penelitian yang dapat diusulkan harus bersifat strategis dan berskala nasional; ema harus sesuai dengan yang telah ditentukan; penelitian harus bersifat pengembangan yang berorientasi pada penelitian terapan, bukan penelitian awal; penelitian harus memiliki peta jalan yang jelas; dan Tim peneliti harus memiliki rekam jejak (track record) yang memadai dalam 5 tahun terakhir pada topik penelitian yang diusulkan. Penelitian Strategis Nasional bersifat multi tahun dengan lama penelitian 2–3 tahun dan kisaran dana sebesar Rp. 75.000.000,- – Rp.100.000.000,- /judul /tahun;

  11. Penelitian Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)
  12. Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia(MP3EI)2011-2025 dilaksanakan untuk mempercepat dan memperkuat pembangunan ekonomi sesuai dengan keunggulan dan potensi strategis wilayah dalam enam koridor. Percepatan dan perluasan pembangunan dilakukan melalui pengembangan delapan program utama yang terdiri atas 22 kegiatan ekonomi utama. Strategi pelaksanaan MP3EI adalah dengan mengintregasikan tiga elemen utama, yaitu (1) mengembangkan potensi ekonomi wilayah di enam Koridor Ekonomi (KE) Indonesia, yaitu KE Sumatera, KE Jawa, KE Kalimantan, KE Sulawesi, KE Bali–Nusa Tenggara, dan KE Papua–Kepulauan Maluku; (2) memperkuat konektivitas nasional yang terintregasi secara lokal dan terhubung secara global (locally integrated, globally connected); (3) memperkuat kemampuan sumber daya manusia (SDM) dan iptek nasional untuk mendukung pengembangan program utama di setiap koridor ekonomi. Sesuai dengan yang dicanangkan, ketiga strategi utama itu dilihat dari perspektif penelitian perguruan tinggi sesuai dengan cabang keilmuan di setiap perguruan tinggi tersebut, dan sumberdaya alam (SDA) yang berada dalam setiap koridor terkait. Biaya penelitian sebesar Rp 150.000.000 – Rp 200.000.000.- perjudul pertahun.

  13. IPTEKS
  14. Pada hakekatnya, tujuan dari pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka membangun peradaban bangsa. Skema penelitian ini bersifat dinamis sesuai urgensi kebijakan pengembangan IPTEK nasional. Penelitian ini juga diarahkan untuk mendukung kebijakan kerjasama di lingkungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk lingkup nasional, regional maupun internasional dalam pengembangan IPTEK. Jangka waktu penelitian 2-3 tahun dengan biaya penelitian maksimal Rp.200.000.000,-

  15. Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU)
  16. Penelitian PMDSU merupakan skema penelitian yang baru diluncurkan pada tahun 2014 dengan tujuan memberi kesempatan kepada perguruan tinggi mengeksplorasi dan merealisasi peluang untuk memperoleh dan mematangkan sarjana yang unggul sehingga yang bersangkutan dapat menyelesaikan program doktor dengan lebih cepat. Kegiatan ini dilakukan dengan model pembelajaran program pendidikan Doktor yang kreatif sehingga secara simultan menghasilkan lulusan bermutu tinggi dengan masa studi optimal. Kegiatan ini diharapkan akan mempercepat laju penambahan tenaga pengajar bergelar doktor untuk perguruan tinggi di Indonesia, harapan lain dari kegiatan ini adalah lahirnya karya penelitian yang lebih berkualitas dan mampu menembus jurnal internasional. Jangka waktu penelitian adalah 3 tahun dengan biaya penelitian adalah maksimum Rp. 60.000.000,- per tahun.