Program Pengabdian Kepada Masyarakat

Program Pengabdian Kepada Masyarakat ITB

Pengabdian Masyarakat merupakan kegiatan aplikasi produk iptek dan seni secara terencana oleh sivitas akademika ITB dalam membangun budaya masyarakat berketrampilan sains, teknologi, seni, berbasis kepakaran individu dan/atau kelompok serta menciptakan peluang terwujudnya transfer sains, teknologi dan seni.

Sasaran
- Terciptanya kawasan binaan di wilayah Jawa Barat khususnya, dan Indonesia umumnya
- Berkembangnya kemitraan dengan dunia usaha, institusi pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat umum
- Meningkatnya budaya peduli masyarakat berbasis entre- dan technopreneurship di kalangan sivitas akademika ITB
- Ada kegiatan pm di sekitar kampus itb (ganesa dan jatinangor)

Jenis kegiatan pengabdian mencakup semua bidang iptek dan seni yang diampu oleh sivitas akademika ITB secara individu maupun secara unit kepakaran. Prioritas diutamakan bagi program yang dibutuhkan segera oleh kelompok masyarakat secara organisasi maupun badan usaha kecil menengah (UKM). Bentuk kegiatan mencakup semua hal termasuk pemberdayaan, pendampingan dan penerapan produk iptek dan karya seni.

Program Pengabdian Kepada Masyarakat DIKTI
Program Pengabdian Kepada Masyarakat DIKTI terdiri atas 7 (tujuh) skema, yaitu:

1. Ipteks bagi Masyarakat (IbM)
Ditlitabmas mencoba menerapkan paradigma baru dalam kegiatan PPM yang bersifat problem solving, komprehensif, bermakna, tuntas, dan berkelanjutan (sustainable) dengan sasaran yang tidak tunggal. Hal-hal inilah yang menjadi alasan dikembangkannya program Ipteks bagi Masyarakat (IbM).

Tujuan program pengabdian IbM adalah:
a. membentuk/mengembangkan sekelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi;
b. membantu menciptakan ketentraman, dan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat; dan
c. meningkatkan keterampilan berpikir, membaca dan menulis atau keterampilan lain yang dibutuhkan.

2. Ipteks bagi Kewirausahaan (IbK)
Misi program IbK adalah memandu perguruan tinggi menyelenggarakan unit layanan kewirausahaan yang profesional, mandiri dan berkelanjutan, berwawasan knowledge based economy. IbK harus mandiri dan operasionalnya berkelanjutan, sehingga IbK diberi peluang untuk mampu menjadi unit profit dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan fasilitas yang dimiliki.

Tujuan dari program pengabdian IbK adalah:
a. menciptakan wirausaha baru mandiri yang berbasis ipteks;
b. meningkatkan keterampilan manajemen usaha bagi masyarakat industri; dan
c. menciptakan metode pelatihan kewirausahaan yang cocok bagi mahasiswa PKMK/PKM lainnya/ mahasiswa yang sedang merintis usaha/alumni wirausaha.

3. Ipteks bagi Produk Ekspor (IbPE)
Program IbPE merupakan satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk penerapan dan pengembangan hasil riset perguruan tinggi, berlangsung selama tiga tahun. Persoalan yang ditangani meliputi seluruh aspek bisnis usaha kecil atau usaha menengah sejak bahan baku sampai ke pemasaran produk. Demikian juga persoalan produksi dan manajemen perusahaan, menjadi bidang garapan wajib IbPE.

Tujuan program IbPE adalah untuk:
a. memacu pertumbuhan ekspor produk Indonesia melalui pertumbuhan pasar yang kompetitif;
b. meningkatkan pengembangan UKM dalam merebut peluang ekspor melalui peningkatan kualitas produk dan pemasaran;
c. mempercepat difusi teknologi dan manajemen masyarakat perguruan tinggi ke masyarakat industri; dan
d. mengembangkan proses link & match antara perguruan tinggi, industri, Pemda, dan masyarakat luas.

4. Ipteks bagi Inovasi Kreativitas Kampus (IbIKK)
Berkaitan dengan upaya pengembangan budaya knowledge based economy, perguruan tinggi perlu diberi akses dalam wujud knowledge and technopark yang memanfaatkan pengetahuan, pendidikan maupun riset dosen. Dengan menyelenggarakan IbIKK, perguruan tinggi berpeluang memperoleh pendapatan dan membantu menciptakan wirausaha baru. Hasil riset perguruan tinggi yang merupakan inovasi baru dan mempunyai nilai ekonomis serta mendapat perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) seperti hak cipta, paten, merupakan aset yang sangat berharga bagi pertumbuhan dan perkembangan IbIKK.

Tujuan program IbIKK adalah untuk:
a. mempercepat proses pengembangan budaya kewirausahaan di perguruan tinggi;
b. membantu menciptakan akses bagi terciptanya wirausaha baru;
c. menunjang otonomi kampus perguruan tinggi melalui perolehan pendapatan mandiri atau bermitra;
d. memberikan kesempatan dan pengalaman kerja kepada mahasiswa;
e. mendorong berkembangnya budaya pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi bagi masyarakat; dan
f. membina kerjasama dengan sektor swasta termasuk pihak industri dan sektor pemasaran.

5. Ipteks bagi Wilayah (IbW)
Program IbW dilatarbelakangi berbagai permasalahan yang eksis di masyarakat, antara lain, yaitu:
a. ketidakmapanan sebagian besar masyarakat terhadap pembangunan kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat dalam era globalisasi;
b. Ipteks perguruan tinggi belum secara sengaja ditujukan bagi kesejahteraan masyarakat;
c. potensi masyarakat maupun sumber daya alam lingkungannya belum termanfaatkan dengan baik dan arif; dan
d. penatakelolaan fisik kewilayahan yang belum proporsional dan profesional.

Misi program IbW adalah untuk meningkatkan kemandirian, kenyamanan kehidupan, sekaligus kesejahteraan masyarakat melalui keterlibatan aktif publik (inisiatif dan partisipatif), Pemkot/Pemkab berbasis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), non RPJMD dan perguruan tinggi (kepakaran).

Tujuan program IbW adalah untuk:
a. menciptakan kemandirian, kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi kepakaran masyarakat perguruan tinggi, kemampuan dan kebijakan Pemkab/Pemkot seperti tertuang dalam RPJMD, non RPJMD dan potensi masyarakat; dan
b. menemukan solusi atas persoalan yang dihadapi Pemkab/Pemkot dan/atau masyarakat serta secara langsung atau tidak langsung berpotensi mempengaruhi kenyamanan kehidupan masyarakat.