EDISI KHUSUS                                           15 Agustus 2000

ISSN 0852-8667

BERITA
PENELITIAN
ITB

 

wpe28.jpg (2624 bytes)

Assalamu’alaikum w.w.
Para pembaca BP-ITB yang setia,

Dua acara penting menyambut Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-V telah diselenggarakan bersamaan di kampus kita ITB pada tanggal 10-13 Agustus 2000 yang lalu yaitu Gelar Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) di dalam dan di sekitar Aula Barat dan Aula Timur ITB serta RAKORNAS RISTEK (juga pameran) di Sasana Budaya Ganesha. Meskipun kedua acara tersebut dikelola oleh dua kepanitiaan yang berbeda namun nampaknya dapat berjalan mulus dan sinkron. Acara pertama yang dimotori oleh PEMDA JABAR dan ditunjang oleh DEPDAGRI yang kepanitiaannya dikelola oleh ITB berlangsung sangat semarak dan terkesan merakyat. Acara kedua yang juga menampilkan pameran terkesan elit dan eksklusif, karena memang hanya ditujukan untuk peserta RAKORNAS yang nota-bene para peneliti dan pimpinan lembaga. Terdapat dua hal yang patut menjadi pemikiran lebih lanjut dari kedua acara tersebut:

  1. Adanya berbagai poster dan barang yang dipamerkan oleh berbagai instansi/perusahaan dan PEMDA beberapa Propinsi/Kabupaten memberikan persepsi bahwa TTG mempunyai konotasi harus teknologi sederhana, dan ini patut diluruskan.
  2. Dari banyaknya obyek yang dipamerkan, tersirat adanya "undangan" uluran tangan kepada peneliti untuk memecahkan masalah yang dihadapi di daerah.

Secara keseluruhan acara ini dinilai sangat sukses, selamat buat Pak Rudy Sayoga dari PPT yang telah berperan penting untuk mewujudkan acara ini.

Dari acara RAKORNAS RISTEK juga banyak hal yang berkesan. Secara garis besar di acara yang kedua ini lebih banyak memfokuskan diri pada sosialisasi JAKSTRA IPTEKNAS (Kebijakan Strategis Pembangunan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nasional) dan PUNAS RISTEK yang beberapa aspek dimuat dalam RUU SIPTEKNAS yang sedang diolah untuk dapat diterapkan sebagai UU. Di luar kesan dari banyak orang yang melihat ada muatan politis dalam acara tersebut, pengasuh telah mencermati ada hal-hal penting yang membuka peluang untuk pengembangan kegiatan penelitian. Misalnya, salah satu dari enam tujuan di dalam JAKSTRA IPTEKNAS yang dimuat juga dalam RUU adalah membahas mengenai Reposisi Kelembagaan IPTEK yang intinya adanya keinginan Pemerintah (KMRT) untuk meletakkan kelembagaan IPTEK agar dapat memiliki posisi strategis dalam pelaksanaan pembangunan. Di sini posisi LP perguruan tinggi dapat diartikan sejajar secara administratif (port-folio) dengan lembaga penelitian lainnya seperti BPPT, BATAN, LIPI, LAPAN, dsb. Dalam menuju ITB-autonomi, mungkinkah kita bisa mendapat block-grant tidak hanya dari DEPDIKNAS karena ITB sebagai lembaga pendidikan namun juga dari KMRT karena kita telah, sedang dan akan mela-kukan riset. Dan jangan lupa kontribusi kita significant lho.

Sebagaimana yang saudara-saudara akan baca pada kolom-kolom selanjutnya, Berita Penelitian ITB kali ini memuat cukup padat. Banyak berita-berita yang sampai ke meja pengasuh, sehingga keinginan salah seorang staf pengajar senior ITB yang kebetulan mantan Ketua Lembaga Penelitian ITB untuk menyampaikan pemikiran mengenai "Tata nilai dan Etika Penelitian" dan berita tentang DCRG (Domestic Colaborative Research Grant, terpaksa akan diterbitkan dalam Edisi Khusus terpisah.

Dalam bagian pertama yaitu Rubrik Penelitian, ditampilkan undangan untuk mengajukan usulan penelitian dari berbagai lembaga baik dari dalam maupun luar negeri serta usulan-usulan penelitian yang telah masuk dari tawaran sebelumnya. Rubrik selanjutnya yaitu Info Pusat Penelitian, masih menampilkan profil PPAU-Ilmu Rekayasa sebagai lanjutan dari bagian pertama yang telah dimuat dalam Berita Penelitian nomor lalu dan disusul oleh rubrik peristiwa yang akan menampilkan hasil penyelenggaraan FTEC 2000.

Selamat Membaca! Wassalamu’alaikum w.w.

Pengasuh.

wpe2C.jpg (2638 bytes)

Salah seorang pengasuh buletin dalam rangka program International Seminar/Conference Proyek URGE telah mengikuti dan menyampaikan makalah dalam International Conference ENERGEX 2000/GLOBEX2000 di Las Vegas. Meskipun penyelenggara seminar yaitu IEF (International Energy Foundation) usianya masih muda, namun penyeleng-garaan seminar tersebut dinilai sangat sukses. Selain berhasil mengumpulkan lebih dari 400 pemrasaran juga membuka stand pameran dari berbagai negara.

Yang unik dan mungkin patut dicatat adalah strategi jitu yang patut ditiru kalau kelak kita menyelenggarakan seminar di kota touristik seperti Bali untuk menghindari ketidak-hadiran peserta, utamanya dalam acara pleno. Dari berbagai seminar (mungkin telah ratusan) yang pengasuh telah ikuti, baru kali ini acara pleno (Pembukaan, Key-note, pembahasan makalah utama) diselenggarakan sambil makan pagi dan makan siang.

Dari pengamatan memang dalam acara sessi yang dipecah kehadiran para peserta sangat sedikit umumnya terutama hanya pemrasaran makalah yang menyampaikan makalah dalam sessi tersebut. Peserta lainnya pada kemana? Sulit dilacak karena memang banyak hal yang dapat dilakukan disana, …khususnya gambling. Namun untuk mereka yang jeli, net-working di antara peserta tetap jalan terus.

wpe2D.jpg (2586 bytes)

I.    Undangan Pengajuan Usulan Penelitian

Sayangnya undangan usulan ini diterima LP-ITB pada 1 Agustus 2000, sedangkan proposal harus dikumpul-kan pada tanggal 12 Agustus 2000. Padahal BP ini terbit tanggal 15 Agustus. Maka posisi undangan usulan tersebut pada BP hanya sebagai berita saja. Namun demikian, pemberitahuan undangan ini sudah diinformasikan ke setiap Pusat Penelitian dan Jurusan pada 11 hari sebelum tanggal akhir pengumpulan proposal. Informasi lebih lanjut tentang program ini dapat diperoleh di Lembaga Penelitian ITB atau langsung melalui website di http://www.ristek.go.id.

Hingga saat ini LP-ITB telah menerima 14 (empat belas) judul penelitian yang akan diajukan untuk memperoleh program PERCEPATAN PEROLEHAN PATEN.

ITSF Research Grant ditawarkan untuk durasi 1 tahun dengan total anggaran sebesar Rp 600.000.000,00 atau maksimal Rp 35.000.000,00 tiap judul penelitian.

Warga Negara Indonesia yang melakukan penelitian di bidang sains dan teknologi, di luar bidang ilmu matematika, clinical medicine dan ilmu-ilmu sosial, yang memberikan kontribusi besar bagi pengem-bangan ilmu pengetahuan.

ITSF Science & Technology Award meliputi sertifikasi penghargaan dan hadiah uang tunai sebesar Rp 40.000.000,00 untuk satu judul penelitian.Batas akhir pengusulan ITSF Science & Technology Research Grant dan ITSF Science & Technology Award adalah tanggal 25 September 2000 sebanyak 6 (enam) eksemplar di LP-ITB.

Dalam suratnya tersebut, Dubes Jerman menyampai-kan keprihatinannya atas sedikitnya para peneliti dari Indonesia yang memanfaatkan kesempatan yang bergengsi secara Internasional ini dan Dubes Jerman ingin mengubah citra ini. Peneliti akan mendapatkan fellowship sebesar DM 3.600 hingga DM 4.400 ditambah tunjangan istri dan perjalanan pp dari negara asal ke Jerman serta keikutsertaan dalam seminar selama program Post Doc.

Informasi selengkapnya untuk pengajuan Usulan-usulan Penelitian tersebut di atas dapat diperoleh di masing-masing Jurusan atau di LP-ITB.

II.    Pengumuman Usulan Penelitian yang Diterima

Sebanyak 16 Judul Usulan Penelitian telah diajukan melalui Lembaga Penelitian ITB. Berdasarkan hasil seleksi, usulan penelitian yang diterima adalah usulan berjudul "Tingkat & Pola Perjalanan Wisata Berdasarkan Karakteristik Sosial & Demografi" (Studi Kasus: Penduduk Kota Jakarta & Bandung) oleh Ir. Ina Herliana Koswara, MSc. (P2Par-ITB). Namun demikian ITB akan menerima peneliti dari perguruan tinggi lain yang mengikuti program ini dalam jumlah yang cukup banyak (lihat Tabel DCRG di Suplemen)

wpe30.jpg (3048 bytes)

Info Pusat Penelitian pada edisi ini adalah lanjutan dari pengenalan Pusat Penelitian Antar Universitas Ilmu Rekayasa (PPAU-IR) ITB yang dimuat secara berturut-turut dari edisi bulan Juli 2000 yang lalu. Pengenalan Pusat-Pusat Penelitian di bawah LP-ITB lainnya akan diulas pada edisi selanjutnya.

PPAU – Ilmu Rekayasa ITB (Lanjutan)

6. Garis Besar Rencana Kegiatan setiap Laboratorium di bawah PPAU-IR untuk tahun 2000.

    a.   Lab. Dinamika

Bidang Penelitian dan pengembangan Ilmu Rekayasa serta Peningkatan Kualitas Sumber Daya Peneliti:

1.  Keikutsertaan dalam program penelitian tingkat nasional:

2.  Penajaman dan konsentrasi pada bidang penelitian yang diunggulkan:

    b.   Lab. Termodinamika

    c.   Lab. Geoteknik

    d.   Lab. Mekanika Fluida dan Hidrodinamika

    e.   Lab. Mekanika Struktur

    f.   Lab. Struktur ringan dan Aerodinamika

        1.    Bidang Teknologi

        2.    Bidang Teknologi

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
PPAU-IR ITB
Gedung PPAU-ITB, Lantai III
Jalan Tamansari 126, Bandung 40132
Tel.: (022) 2512970, 2534144, Ext. 1339
Fax: (022) 2501926, E-mail: kb@pauir.itb.ac.id

wpe26.jpg (2618 bytes)

Sebagaimana direncanakan semula, konferensi FTEC 2000 yang diadakan oleh Lab. Termodinamika PPAU-IR, Lembaga Penelitian ITB bekerja sama dengan Thermodynamics Research Laboratory, Department of Chemical Engineering, University of Illinois at Chicago, telah berlangsung dari tanggal 2 s.d. 6 Juli 2000 di Hyatt Regency Bandung. Konferensi ini adalah konferensi rutin tiga tahunan yang ketiga kalinya, setelah FTEC ’94 di Kuta Bali dan FTEC ’97 di Yogyakarta.

Pada acara ini, hadir 68 peserta dari 12 Negara-negara Asia, Eropa, Australia & Amerika. Suatu jumlah peserta yang cukup besar pada saat krisis berkepanjangan di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Bapak Dr. Moh. A.S. Hikam berkenan hadir dan memberikan keynote speech pada hari pertama. Konferensi FTEC berikutnya direncanakan akan diadakan pada tahun 2003 bertempat di Bali.

Semoga pada waktu-waktu yang akan datang konferensi FTEC dapat selalu terselenggara dengan sukses.

wpe31.jpg (2836 bytes)

Keluarga Besar Lembaga Penelitian ITB mengucapkan:

"Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-55"

pada tanggal 17 Agustus 2000

wpe29.jpg (20490 bytes)