Pemberdayaan dan Peningkatan Ekonomi Lokal Masyarakat Kecamatan Randublatung dan Sekitarnya Pasca Renovasi Embung Keruk

Lokasi: 
Penanggung Jawab: 
Ir. Oemar Handojo, MSn.
Nomor Pegawai: 
195111061981031001
Email Penanggung Jawab: 
Tahun Pelaksanaan: 
2013
Sumber Pembiayaan: 
Iptek bagi Wilayah (IbW) DIKTI
Informasi Tim Pelaksana: 
  1. Ir. Oemar Handojo MSn (PI, FSRD), email: oemar_handojo@yahoo.com
  2. Dr. Nyoman P. Aryantha (SITH), email: nyoman@sith.itb.ac.id
  3. Dr. Ibnu Syabri, B.SC., M.Sc. (SAPPK), email: syabri@gmail.com
  4. Prof.Dr.Ir.M. Syahril B. Kusuma (FTSL), email: msbadrik@yahoo.com
  5. Drs. Budi Isdianto, M.Sn (FSRD), email: bisdianto@yahoo.com
  6. Prof. Dr. Edy Soewono (FMIPA), email: esoewono@lppm.itb.ac.id
  7. Dr. Dewi Sawitri (SAPPK)

Mitra Lokal:

  1. Singgih Hartono (Mantan anggota DPRD Blora)
  2. Hartono Guntur Ristrianto, ST, MT (STT Ronggolawe Cepu)
  3. Sutaat Hadi Prayitno (Lurah Randublatung)
Latar Belakang Masalah yang ditangani: 

Kabupaten Blora terletak di antara 111016’ sampai dengan 1110338’  Bujur Timur dan di antara 60528’ sampai 70248’ Lintang Selatan, berada pada ketinggian 25 meter hingga 500 meter di atas permukaan laut. Dengan kondisi letak tersebut, jarak terjauh dari wilayah barat ke wilayah timur sepanjang 87km dan dari wilayah utara ke wilayah selatan sejauh 58km. Secara administrasi Kabupaten Blora terletak di ujung paling timur Propinsi Jawa Tengah, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Grobogan, di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Sragen, sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Rembang dan sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro Propinsi Jawa Timur (Blora dalam angka 2012).

Wilayah kegiatan selama rentang waktu tahun 2010-2013 meliputi Kecamatan Sambong, Kecamatan Randublatung, Kecamatan Todanan, Kecamatan Kunduran, Kecamatan Jepon dan Kecamatan Blora.

Kondisi Masyarakat sebelum Pelaksanaan: 

Kabupaten Blora adalah salah satu dari 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah, yang berbatasan dengan Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati di Utara, Kabupaten Bojonegoro, Propinsi Jawa Timur di Timur, Kabupaten Ngawi, Propinsi Jawa Timur di Selatan, Kabupaten Grobogan di Barat. Perkenalan Tim LPPM ITB dengan Bupati Blora Bp. Yudi Sancoyo di tahun 2008 di fasilitasi oleh Mitra Lokal bp Singgih Hartono yang pada waktu itu adalah anggota DPRD. Kegiatan dan kerjasama LPPM ITB dengan Pemda Blora berlanjut pada kepemimpinan Bupati Bp Djoko Nugroho. Masalah utama adalah krisis air dan kemiskinan di Kabupaten Blora.
 
Melalui Program IPTEK bagi Wilayah DIKTI, Tim LPPM mendapatkan hibah selama tiga tahun 2009-2011, yang kemudian dipercaya untuk dilanjutkan untuk perioda 2013-2015. Kegiatan Tim selama ini meliputi wilayah Kecamatan Sambong, Randublatung, Todanan, Ngawen, Kunduran dan Jepon, dan melibatkan 9 dosen dengan berbagai kompetensi dan lebih dari 30 mahasiswa dari SITH, FTSL, FSRD, SAPPK dan FMIPA.

Lingkup Pelaksanaan : 

Pengembangan lingkungan Embung Keruk Ngudi Rahayu di Kecamatan Randublatung
Kecamatan Randublatung memiliki Embung Keruk ‘Ngudi Rahayu’ yang berfungsi sebagai infrastruktur pengairan sawah. Terutama saat musim kemarau seperti ini, peran Embung sangat penting untuk mengairi pesawahan di sekitarnya.Pembangunan infrastruktur jalan dan Renovasi Embung Keruk oleh Pemda Blora terealisasi di tahun 2012 menindaklanjuti studi dan perencanaan oleh Tim (IbW 2008-2011).Fokus kegiatan oleh Tim adalah evaluasi struktur bangunan Embung dan usulan Penguatan Dam dan Sistem irigasi.

Pusat Kegiatan Masyarakat (PKBM) Upat-Upat Bumi
Pembentukan PKBMadalah milestonepenting yang berawal dari kegiatan swadaya Perpustakaan Desa Sumber Ilmu yang diketuai oleh sdr Supat. Pembentukan PKBM tersebut diusulkan dan direkomendasi oleh Tim ITB melalui program DIKTI Iptek bagi Wilayah (2008-2012) yang diketuai oleh Ir. Oemar Handoyo MSn.
Kegiatan:
Taman Bacaan Masyarakat, Kursus Menjahit,  Home Industri, Kursus Komputer, Pemasangan Instalasi Biogas, Koprasi Mandiri, Pembibitan dan Budidaya Jamur Tiram, Pembibitan Ikan Nila dan Lele, Bengkel, Budidaya Jamur Tiram, Program Air Bersih.

Pembinaan Sentra Mocaf di Kecamatan Jepon
Kegiatan Mocaf informasi dari mitra local terkait dengan produk singkong yang berlimpah dan oleh permintaan Bupati Blora untuk membantu peningkatan nilai tambah produk singkong.

Deskripsi dan Foto Kegiatan: 

Pengembangan Lingkungan Waduk Keruk Ngudi Rahayu Di Kecamatan Randublatung

Koordinator:

                        

Ir. Oemar Handojo MSn, FSRD ITB             

oemar_handojo@yahoo.com                      

                                   

Prof.Dr.Ir.M. Syahril B. Kusuma, FTSL  ITB     Dr. Ibnu Syabri, B.SC., M.Sc., SAPPK ITB

msbadrik@yahoo.com                                   syabri@gmail.com

 

Tim: Tiga puluh mahasiswa (SIPIL, Planologi Geodesi, SITH ITB)

Kondisi awal Embung Keruk:

Lurah Desa Keruk Bp Sutaat:

 

Kondisi renovasi Waduk hasil swadaya masyarakat 2009:

 

Sebagaimana kita tahu bahwa pada awalnya Embung Keruk ini dibangun pada tahun 2005 dengan dana bantuan dari World Bank. Embung keruk dibangun sebagai salah satu bangunan sipil yang menopang sektor pertanian khususnya irigasi. Embung keruk dibangun oleh kerja sama antara warga setempat dengan menggunakan tenaga dan alat seadanya. Proses konstruksinya sangat sederhana, pekerjaannya hanya menggunakan alat-alat ringan saja seperti cangkul, sekop dll. Dan dari sisi perencanaan secara hidrolis maupun geoteknis, perencanaan yang digunakan tidak memperdulikan aspek tersebut.Hal ini menyebabkan pada bulan Juni 2006 tanggul yang dibangun untuk membendung embung keruk runtuh.Keruntuhan yang terjadi disebabkan oleh tingginya curah hujan pada satu hari penuh yang menyebabkan volume embung meningkat secara signifikan. Hal ini menyebabkan tekanan hidrostatis yang menekan dinding tanggul menjadi lebih tinggi.

Aspek hidrolis diabaikan dalam perencanaan sehingga tidak memperhitungkan debit banjir yang akan terjadi. Jika kita tinjau dari sisi kestabilan lereng secara geoteknis, perencanaan tanggul ini sangat rawan. Tidak ada penyelidikan lapangan untuk memperkirakan jenis tanah apa yang akan dibebani, sehingga ketika tanah menerima beban yang lebih besar, struktur tanggul akan rubuh dan tanah mengalami keruntuhan. Dari sisi strukturalnya, dinding tanggul terbuat dari beton tanpa tulangan, yang diplester seadanya dengan adukan semen,batu bata tanpa ada perhitungan secara teknis. Pondasi pada dinding tanggul menggunakan pasangan batu kali yang digali dan ditempatkan didalam tanah, lalu dinding dibangun dengan hanya menyusun batu bata dan memplesternya, factor ini yang sangat berpengaruh terhadap keruntuhan tanggul.

Setelah tanggul rubuh, pemerintah Blora mengirimkan bantuan berupa dozer yang dipakai untuk menimbun bagian tanggul yang jebol dengan tanah yang diambil dari daerah genangan air, seperti gambar di bawah:

Tanah yang diambil dari daerah seperti gambar diatas digunakan untuk membuat tanggul baru yang terbuat dari timbunan tanah, lalu untuk mengurangi rembesan air yang mengurangi kestabilan tanah, digunakan terpal yang fungsinya sebagai geotextile.

Pada bagian spillway masih ada sisa beton akibat keruntuhan yang mencakupi bagian mercu dan kolam olak. Di sekitar bendungan diletakan beberapa karung yang berisi batuan yang berfungsi sebagai rip-rap untuk mengurangi gaya hidrostatis yang menekan tanah. Air yang melimpah melalui spillway mengalir ke sebuah sungai kecil yang menjadi sumber air untuk sawah-sawah di sekitarnya.

Serah terima maket embung dan rencana pengembangan social ekonomi wilayah Kecamatan Randublatung:

Pengerukan dan pembangunan Waduk Keruk 2012 oleh Pemda Blora:

Kondisi Embung Keruk ‘Ngudi Rahayu

Seperti telah diketahui, Kecamatan Randublatung memiliki Embung Keruk ‘Ngudi Rahayu’ yang berfungsi sebagai infrastruktur pengairan sawah.Terutama saat musim kemarau seperti ini, peran Embung sangat penting untuk mengairi pesawahan di sekitarnya.

PKBM Upat-Upat Bumi di Kecamatan Todanan

Koordinator:

                    

Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, SITH ITB         Drs. Budi Isdianto, MSn, FSRD ITB

nyoman@sith.itb.ac.id                                  bisdianto@yahoo.com

Team:                               

  1. Ir. Oemar Handojo, MSn, FSRD ITB
  2. Prof. Dr. Ir. Syahril Badri Kusuma, FTSL ITB
  3. Dr. Ibnu Syabri, SAPPK ITB
  4. Dr. Pindi Setiawan, FSRD ITB
  5. Prof.Dr.Ir. Budi Sulistyanto, FTTM ITB
  6. Prof. Dr. Edy Soewono, FMIPA ITB

Mahasiswa SITH ITB: Yuniar Dewi Utami, Rizka Utami Putri, Putu V. Partha Devanthi, Hilman Taufiq, Rifki Ahmad Riyanto, Deasly Dini Imara, I Dewa Gde Sathya Deva

Kondisi Awal

Kegiatan bermula dari kunjungan tim ke sebuah perpustakaan desa SUMBER ILMU yang diinisiasi oleh sdr Supat yang dikelola secara mandiri. Melalui kontak dengan Bp. SinggihHartono (mantan anggota DPRD Blora), informasi kegiatan kelompok dan permasalahannya serta perencanaan kegiatan pembinaan dapat dilakukan. Dua anggota kelompok (Supat dan Dian Aryanto) diundang ke ITB tahun 2009 untuk mengikuti pelatihan pembibitan dan budidaya Jamur Tiram selama dua minggu. Kegiatan kelompok meningkat dengan penambahan buku-buku, fasilitas computer dan internet. Upaya keras sdr Supat untuk menjalin berbagai dukungan dari berbagai sumber pendanaan serta kegiatan pelatihan dan konsultasi oleh Tim LPPM ITB telah menunjukkan hasil dan sangat diapresiasi oleh masyarakat sekitar dan Pemda Blora.

Perpustakaan Sumber Ilmu, desa Kec. Todanan 2008:

Kegiatan Peningkatan:

  1. Pelatihan pembibitan dan budidaya Jamur Tiram, Pengembangan lab Jamur Mini
  2. Pelatihan Sablon
  3. Pelatihan dan Instalasi Biogas
  4. Pembentukan PKBM
  5. Pelatihan Pengawetan Jamur dan Nata de Coco

Pelatihan pembibitan dan budidaya Jamur Tiram, November 2009:

Pelatihan Sablon Januari 2012:

  

Pelatihan Nata de Coco & Pengemasan Oktober 2013:

Update kemajuan

Pembentukan PKBM adalah hasil perkembangan kelompok yang berawal dari kegiatan swadaya Perpustakaan Desa Sumber Ilmu yang diketuai oleh sdr Supat. Pembentukan PKBM tersebut diusulkan dan direkomendasi oleh Tim Pengabdian pada Masyarakat ITB melalui program DIKTI Iptek bagi Wilayah (2008-2012) yang diketuai oleh Ir. Oemar Handoyo MSn.

Tahun Berdiri  : 01  Oktober 2008

No. Akta Notaris : 04  Tgl. 14 April 2011

Ketua: Supat

Jenis Program yang Dilaksanakan

  1. Taman Bacaan Masyarakat : Yudi Pridi S. (D-3 Perpus)
  2.  Kursus Menjahit : Lina Sugiarti
  3.  Home Industri : Partiani
  4. Kursus Komputer : Rukanto
  5. Pemasangan Instalasi Biogas : Dian Ariyanto
  6. Koprasi Mandiri : Sunaryoto
  7. Pembibitan Jamur Tiram : Lugi Hartono
  8. Pembibitan Ikan Nila dan Lele : Suwarno
  9. Bengkel : Solikin
  10. Budidaya Jamur Tiram : A. B. Sukron
  11. Program Air Bersih : Tarji

Kelompok Produksi jamur Merang:

Lab Pembibitan:

Sukron: Produksi 5.000 log/bl:

Asmadi: Produksi 20.000 log/bl:

Isnadi: Produksi 18.000 log/bl:

PEMBINAAN SENTRA MOCAF DI KECAMATAN JEPON

 

 

Testimoni: 

Berikut adalah testimoni dari Bupati Kabupaten Blora: