Pengembangan Desain Sarana Duduk dari Kain Perca sebagai Usaha Diversifikasi Produk Pengusaha Keset Guna Meningkatkan Pemasaran dan Bisnis

Lokasi: 
Penanggung Jawab: 
Prabu Wardono, M.Des., Ph.D.
Nomor Pegawai: 
195704131989031001
Email Penanggung Jawab: 
Tahun Pelaksanaan: 
2013
Sumber Pembiayaan: 
DIPA ITB
Informasi Tim Pelaksana: 

Prabu Wardono, M.Des., Ph.D. (Ketua) (pwardono@yahoo.mail)

Yogie Chandra Bhumi (yogie44studio@gmail.com)

Etania Karina (karinaetania@gmail.com)

Asti Surya (astisurya@yahoo.com)

Ayuti Fathmarany (ayuti.fatmarany@gmail.com)

Rahajeng Nuri (rahajengnuri@yahoo.com)

Ibu Yayah, Kelompok Usaha Sayoga, Perumahan Marga Sari, Nanjung, Cimahi.

Latar Belakang Masalah yang ditangani: 

Perca atau limbah kain tekstil telah dimanfaatkan banyak orang atau pengusaha untuk menghasilkan berbagai produk termasuk keset, tatakan piring/gelas, cempal dan sejenisnya. Namun produk semacam ini tampaknya menunjukkan peluang terbatas bagi produsennya untuk meraup keuntungan untuk setiap produknya. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa, dari segi fungsinya, tampak bahwa produk-produk ini sulit untuk meningkatkan statusnya sehingga memberi nilai tambah tinggi bagi penggunanya, meskipun bukan tidak mungkin bahwa kwalitas produk semacam ini dapat beragam melalui peningkatan nilai tambah fungsi dan penampilannya, namun tetap akan terbatas.

Didalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, perca dipelajari untuk dilihat peluangnya menjadi bahan penunjang mebel dengan harapan nilai tambah produk hasil pemanfaatan perca ini dapat ditingkatkan lebih baik dibandingkan status perca pada produk sebelumnya. Kenyataannya kain telah juga diteliti perannya untuk dijadikan bahan penunjang mebel di luar negeri, meskipun tampaknya belum berkembang ketingkat komersial. Pada kasus ini, kain digunakan dengan teknik anyaman sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alas duduk atau sandaran untuk menciptakan berbagai kursi santai. Dengan referensi ini, peneliti berasumsi bahwa perca atau limbah tekstil dapat diangkat statusnya menjadi bahan anyaman guna mengembangkan desain produk sarana duduk.

Kondisi Masyarakat sebelum Pelaksanaan: 

Kelompok usaha Sayoga hanya melakukan kegiatan pembuatan keset dengan berbagai jenis limbah kain (majun). Dengan kegiatan ini mereka diperkenalkan dengan produk lain yang mungkin dibuat dari bahan yang sama yaitu kursi, dimana rangka kursi dibuat dari bahan kayu atau besi (lihat gambar 1), dan dilibatkan dalam membuat anyaman majun yang langsung diterapkan pada rangka kursi besi (lihat gambar 2). Sehingga sejak itulah mereka menyatakan siap untuk mengembangkan kursi dari bahan perca/ majun. Namun demikian pelaksanaannya belum dapat terealisir mengingat jadwal dimulainya kegiatan pengabdian masyarakat  2013 sangat terlambat sehingga waktu yang tersedia untuk program ini praktis hanya 3 bulan dari 6 bulan yang seharusnya disediakan. Meskipun demikian peluang untuk pengmembangan produk kursi perca tersebut akan senantiasa ditindaklanjuti guna mencapai sasaran yang telah ditetapkan pada program ini.

Lingkup Pelaksanaan : 

Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat 2013 mencakup studi pengolahan bahan, studi teknik anyaman bahan, dan studi penganyaman bahan pada rangka kursi. Hal ini dilakukan pada berbagai jenis bahan rangka dan desain kangka untuk melihat sejauh apa bahan perca berpotensi sebagai bahan anyaman kursi. Jadi aspek pemasaran belum dipelajari di dalam program ini, meskipun hal ini sangat penting.

Deskripsi dan Foto Kegiatan: 

Gambar 1. Kursi yang telah dianyam dengan perca (a. Rangka kayu dan rotan, b. rangka kayu, c. rangka besi, dari kiri ke kanan)

Gambar 2. Pelatihan di lokasi mitra kerja

Gambar 3. Peserta PM 2013

Testimoni: 

Peserta pelatihan menyatakan minatnya yang besar terhadap usaha pengembangan kursi dengan bahan anyaman perca, mengingat biaya kerja yang lebih besar dibandingkan dengan biaya pembuatan keset perca. Mengingat mereka, sebagai ibu-ibu rumah tangga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari pekerjaan ini bila pengerjaan dapat dilakukan di rumah, seperti yang mereka lakukan untuk pembuatan keset, hingga saat ini.