Penelitian

PENELITIAN

Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum yang keberadaannya diatur di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 65 tahun 2013 tentang Statuta Institut Teknologi Bandung.

 

Pasal 4 Ayat (3) Statuta ITB berbunyi,

ITB menyelenggarakan penelitian yang berkualitas dengan menjunjung tinggi moral dan etika akademik serta hak atas kekayaan intelektual untuk berkontribusi secara aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, ilmu sosial, dan ilmu humaniora, membangun keilmuan baru, serta melayani kebutuhan pembangunan nasional dan masyarakat luas.

 

Pasal 16 Ayat (1) sampai (4) Statuta ITB berbunyi,

  1. ITB menyelenggarakan penelitian secara terpadu dengan misi pendidikan dan misi pengabdian kepada masyarakat.
  2. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk program penelitian monodisiplin, interdisiplin, dan multidisiplin.
  3. Pendanaan program penelitian berasal dari ITB dan/atau pihak lain sebagai hibah atau atas dasar kerja sama dengan ITB.
  4. ITB berperan dalam pengembangan inovasi dan kewirausahaan yang berbasis pada penelitian untuk meningkatkan kemajuan bangsa.

Ketentuan lebih lanjut mengenai kebijakan penelitian diatur dengan Peraturan Senat Akademik Nomor 12/SK/K01-SA/OT/2015 tentang Norma dan Kebijakan Penelitian Institut Teknologi Bandung.

 

Peraturan SA Nomor 12/SK/K01-SA/OT/2015 tersebut diantaranya menetapkan:

  1. Penelitian diarahkan untuk mewujudkan kepeloporan ITB dalam pengembangan sains, teknologi, seni dan ilmu sosial-humaniora, terutama dalam menanggulangi berbagai permasalahan bangsa dan memperkuat peran serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.
  2. Prioritas penelitian ditentukan berdasar pada unsur inovasi dan kreativitas, prinsip ramah lingkungan, pemenuhan kebutuhan strategis nasional, dan kepakaran yang dimiliki ITB, terutama dalam bidang Energi, Informasi, Kebencanaan, Kesehatan, Kewilayahan dan Infrastruktur, Pangan, dan Produk Budaya.
  3. Penelitian dilaksanakan terpadu dengan kegiatan pendidikan dan pengabdian pada masyarakat.
  4. Standar penelitian ITB meliputi kualifikasi penelitian, kualitas sarana dan prasarana, kualitas proses, dan kualitas basil penelitian.
  5. Sistem apresiasi penelitian dibangun atas dasar prestasi (merit system) yang dicapai oleh peneliti.
PROGRAM PENELITIAN

Pengembangan ITB menjadi universitas riset telah dirintis dengan mengembangkan budaya riset yang kokoh yang mendukung tumbuhnya sikap yang mencirikan budaya universitas riset. Salah satu instrumen kebijakan yang digunakan untuk mendorong pengembangan budaya riset adalah melalui penyediaan Dana Riset (Mandiri) ITB yang telah mulai diimplementasikan pada tahun 2004 dan terus berlanjut hingga saat ini. Dengan dana Riset Mandiri tersebut ITB dapat mengarahkan dan mengendalikan kegiatan riset ITB untuk kepentingan strategis sesuai dengan prioritas ITB. Selama lebih dari sepuluh tahun sejak program tersebut dijalankan, telah terlihat secara signifikan peningkatan budaya riset ITB, diantaranya :

 

  • meningkatnya perolehan dana riset dari luar ITB;
  • meningkatnya jumlah proposal yang diajukan;
  • meningkatnya jumlah peneliti dan keikutsertaan mahasiswa dalam riset;
  • meningkatnya publikasi dan sitasi tenaga akademik; serta
  • tumbuhnya kesadaran untuk berkompetisi dan menjalankan penjaminan mutu riset.

Kebijakan Senat Akademik dan Majelis Wali Amanat telah merumuskan jabaran arah dan kebijakan pengelolaan kegiatan penelitian ITB dalam bentuk Agenda Riset ITB sebagai landasan penyusunan rencana dan pelaksanaan program-program penelitian ITB. Program Riset di ITB secara umum terbagi menjadi Program Riset Mandiri yang didanai sendiri oleh ITB dan Program Riset Bersponsor yang didanai atas hasil kerja sama antara sponsor dengan ITB.

 

  1. Program Riset ITB, yaitu program riset yang didanai sendiri oleh ITB yang terdiri dari: Riset Unggulan, Riset Kelompok Keahlian, dan Riset Peningkatan Kapasitas
  2. Program Riset Bersponsor, yaitu program riset yang didanai oleh sponsor yang bekerja sama dengan ITB yang terdiri dari : Hibah Penelitian DIKTI, Hibah Riset dari luar negeri, swasta dalam negeri dan lembaga pemerintah di luar DIKTI, Program Insentif Riset Sinas.
PROGRAM RISET ITB

1.  Program Riset KK

Program Riset KK adalah riset yang dilakukan oleh staf dosen dalam satu KK atau gabungan beberapa KK di Fakultas/Sekolah sesuai dengan peta jalan KK terkait. Program ini dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan riset yang berkualitas di masing-masing KK. Riset ini juga diharapkan dapat disinergikan dengan tugas akhir mahasiswa program pasca sarjana magister dan riset disertasi program doktor di masing-masing KK dalam rangka membangun ITB sebagai universitas berbasis riset. Namun demikian, topik riset tetap harus dalam kerangka pencapaian peta jalan KK terkait. Riset yang dilakukan secara kerjasama interdisiplin (antar KK dalam satu Fakultas/Sekolah maupun lintas Fakultas/Sekolah) lebih diharapkan. Program Riset KK merupakan program yang ditujukan bagi Kelompok Keahlian (KK) di ITB dalam rangka mendukung dan mengembangkan kegiatan penelitian di KK. Riset ini dibedakan atas 2 kategori yaitu :

 

  1. Kategori A (Riset KK A): 150 juta/judul. Target luaran dari Riset ini adalah 1 (satu) Laporan dan minimal 2 (dua) luaran berupa Jurnal Internasional terindeks atau yang setara.

  2. Kategori B (Riset KK B): 100 juta/judul. Target luaran dari Riset ini 1 (satu) Laporan dan minimal 1 (satu) luaran berupa Jurnal Internasional terindeks atau yang setara. Dosen dengan kualifikasi Guru Besar tidak diperkenankan untuk terlibat dalam penelitian ini, baik sebagai ketua, maupun sebagai anggota tim peneliti.

2.  Program Riset Peningkatan Kapasitas (RPK)

Program Riset Peningkatan Kapasitas ITB merupakan program riset yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah dosen ITB yang terlibat aktif dalam kegiatan penelitian. Sasaran dari Program Riset Peningkatan Kapasitas adalah staf dosen ITB yang memiliki potensi, namun belum/tidak terlibat secara aktif dalam kegiatan penelitian dalam 3 tahun terakhir, serta dosen muda yang baru kembali bertugas di ITB. Dana yang disediakan untuk tiap penelitian adalah Rp. 50 juta/judul.

Proposal Program Riset Peningkatan Kapasitas dapat diajukan oleh dosen atau tim dosen dengan persetujuan Ketua KK dan Dekan Fakultas/Sekolah tempat Ketua Tim Peneliti bernaung. Penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan keluaran (output) yang mendukung tercapainya target mutu kegiatan penelitian di ITB diantaranya adalah meningkatkan publikasi penelitian 1 (satu) Laporan dan minimal 2 (dua) luaran berupa Jurnal Nasional atau yang setara, terutama jurnal-jurnal yang berada di lingkungan ITB.

 

3.  Program Riset Multidisiplin

Mulai tahun 2017 ini, ITB menginisiasi program baru yaitu skema Program Riset Multidisiplin. Riset multidisiplin ini ditujukan untuk mendorong kolaborasi antara peneliti di ITB dengan bidang kepakaran yang berbeda namun memiliki kesamaan baik dalam peta jalan (roadmap) penelitian maupun produk yang akan dihasilkan. Selain itu, Riset Multidisplin juga ditujukan untuk menghasilkan produk-produk penelitian unggulan sesuai amanat SK Senat Akademik Nomor:  20/SK/K01-SA/2010 tentang Fokus Riset Institut Teknologi Bandung. Alokasi dana untuk Riset Multidisipilin ini adalah Rp.250 juta/judul. Luaran yang harus dihasilkan dari skema Program Riset Multidisiplin ini adalah produk dengan TKT (Tingkat Kesiapan Teknologi) minimal 4 dan maksimal 6. Rincian TKT (Tingkat Kesiapan Teknologi) dapat dilihat pada halaman 8.

 

Pengusul proposal Program Riset Multidisiplin harus memilih salah satu topik penelitian dari 7 bidang Fokus Riset ITB sesuai SK SA No. 20/SK/K01-SA/2010 di bawah ini :

 

Bidang Fokus Riset Unggulan Topik Penelitian
Infrastruktur, Mitigasi Bencana, dan Kewilayahan Utilitas dan Lingkungan
Pengembangan Wilayah
Pengembangan Infrastuktur
Mitigasi Bencana Gempa
Mitigasi Bencana Gunung Api
Mitigasi Bencana Lingkungan
Energi Energi Geotermal
Energi Nuklir
Minyak dan Gas Bumi
Mineral dan Batubara
Teknologi Informasi dan Komunikasi Telematika
Internet of Things (IoT)
Pangan, Kesehatan dan Obat-obatan Pengembangan Pangan
Teknologi Kesehatan
Pengembangan Obat-Obatan
Biosains untuk Pangan, Obat dan Kesehatan
Produk Budaya dan Lingkungan Pengembangan Budaya
Pengembangan Seni
Pengembangan Industri Kreatif
Pengembangan Kewirausahaan
Pengembangan Manusia
Teknologi Nano dan Kuantum Nanosains
Nanoteknologi
Bioteknologi Bioteknologi

 

Download : Panduan Program Riset ITB 2020

PROGRAM HIBAH DIKTI

Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat disamping melaksanakan pendidikan sebagaimana diamanahkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 20. Sejalan dengan kewajiban tersebut, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Pasal 45 menegaskan bahwa penelitian di perguruan tinggi diarahkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa. Dalam pasal tersebut juga ditegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan sivitas akademika dalam mengamalkan dan membudayakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

 

Sejalan dengan perannya sebagai fasilitator, penguat, dan pemberdaya, Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) berupaya terus mengawal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi. Pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi diarahkan untuk :

  1. mewujudkan keunggulan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi;
  2. meningkatkan daya saing perguruan tinggi di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pada tingkat nasional dan internasional;
  3. meningkatkan angka partisipasi dosen/peneliti dalam melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bermutu;
  4. meningkatkan kapasitas pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi; dan
  5. memfungsikan potensi perguruan tinggi dalam menopang daya saing bangsa.
  1. SKEMA KOMPETITIF NASIONAL
    1. Penelitian Dasar
      • Penelitian Kerja Sama Luar Negeri (PKLN)
      • Penelitian Berbasis Kompetensi (PBK)
    2. Penelitian Terapan
      • Penelitian Strategis Nasional (PSN)
      • Penelitian Penciptan dan Penyajian Seni (P3S)
      • Penelitian Unggulan Strategis Nasional (PUSN)
    3. Penelitian Peningkatan Kapasitas
      • Penelitian Dosen Pemula (PDP)
      • Penelitian Kerjasama Antar Perguruan Tinggi (PKPT)
      • Penelitian Tim Pascasarjana (PTP)
      • Penelitian Disertasi Doktor (PDD)
      • Penelitian Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU)
      • Penelitian Pascadoktor (PPD)
  2. SKEMA DESENTRALISASI
    • Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi (PDUPT)
    • Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT)
    • Penelitian Pengembangan Unggulan Perguruan Tinggi (PPUPT)

Download : Buku Panduan Edisi XI Tahun 2017

PROGRAM THE ASAHI GLASS FOUNDATION

Yayasan Asahi Glass telah mendukung kegiatan riset di Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak tahun 1988. Yayasan Asahi Glass berkeinginan dapat berkontribusi, melalui program mereka untuk mempromosikan ilmu pengetahuan dan Teknologi, untuk kemajuan industri, ekonomi, dan sosial dari negara-negara yang didanai.

 

Program Hibah Penelitian Luar Negeri dari Yayasan Asahi Glass menyediakan dukungan dana untuk kegiatan penelitian yang bersifal orisinil dan menonjol, yang dapat berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bidang utama dari penelitian yang didukung pendanaannya adalah Ilmu Material, Ilmu Hayati, Sistem dan Teknologi Informasi, Kendali Otomatis, Lingkungan, dan Energi.

 

Dana yang diberikan per kegiatan kurang lebih antara 500.000 – 700.000 Yen Jepang, yang akan diputuskan oleh Board of Reviewer dari setiap Universitas. Jangka waktu pelaksanaan kegiatan penelitian antara 1-2 tahun dimulai dari bulan Juni. Dana akan diserahkan oleh Yayasan pada bulan Juni, tanpa memandang durasi dari masing-masing kegiatan yang diterima untuk didanai.

OSAKA GAS FOUNDATION OF INTERNATIONAL CULTURAL EXCHANGE

Program Hibah Penelitian Osaka Gas Foundation of International Culture Exchange (OGFICE) bertujuan untuk meningkatkan penelitian dalam bidang teknologi yang berkaitan dengan gas alam dan pengentasan masalah lingkungan.

 

Jumlah dana penelitian dari OGFICE untuk ITB adalah sebesar 13.000 USD, untuk 3 (tiga) judul kegiatan. Di mana dana tersebut tidak boleh digunakan sebagai honorarium peneliti, kecuali untuk remunerasi mahasiswa pascasarjana yang terlibat dalam kegiatan riset (maksimal 20% dari anggaran riset). Riset dikerjakan dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan.

 

Ketua peneliti dari kegiatan riset harus merupakan dosen tetap di ITB. Kegiatan yang dinyatakan layak untuk didanai harus memiliki konten penelitian yang bersifat kreatif, dan harus relevan dengan Teknologi yang terkait dengan gas alam atau pengentasan masalah lingkungan global.

 

Setiap proposal kegiatan penelitian harus menyatakan target luaran dari penelitian yang diusulkan. Jenis dan jumlah luaran yang dijanjikan harus disebut di dalam proposal. Komisi penelitian telah menetapkan bahwa target luaran dari setiap proposal harus mencapai target minimal dari 1 unit luaran untuk setiap 25 juta dana penelitian.

STRICHTING BANGOENGSE TECHNISCHE HOGESCHOOL FONDS

 

BTHF GRANT LETTER SIGNING

Latar Belakang

Berdasarkan pengalaman dengan pemberian hibah dari BTHF, telah terjadi diskusi antara BTHF dan ITB tentang prosedur hibah yang diterapkan. Hal ini menghasilkan kesepakatan antara para pihak tentang prosedur yang disesuaikan seperti yang dijelaskan dalam dokumen ini. Prosedur hibah baru akan berlaku mulai 1 Januari 2015. Ketentuan batas untuk prosedur hibah adalah modalitas objektif dan modal BTHF seperti dijelaskan di bawah ini.

 

Modalitas obyektif dan dana BTHF

BTHF adalah yayasan dengan tujuan tertentu dan prosedur hibah apa pun harus mematuhi pasal-pasal peraturan yayasan. Elemen-elemen penting dari artikel ini adalah sebagai berikut:

  1. Objektif
    • BTHF memiliki tujuan untuk meningkatkan pendidikan dan penelitian di ITB (pasal 2, sub 1);
    • dalam melakukan hal itu BTHF merangsang lembaga dan perusahaan Belanda yang aktif di Indonesia untuk mendukung tujuan di atas dan dengan demikian meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Belanda (pasal 2, sub 2)
  2. Fund modalities
    • Dana dapat digunakan (antara lain) untuk:
      • menawarkan hadiah tahunan (hadiah GANESHA) kepada siswa ITB yang berprestasi secara ilmiah;
      • meningkatkan kemungkinan pendidikan di ITB, seperti beasiswa di Belanda;
      • memproduksi dan / atau memperoleh materi dan / atau instrumen terkait pendidikan;
      • memberikan subsidi untuk proyek-proyek yang dipilih oleh ITB;>
      • memberikan subsidi kepada orang-orang yang terlibat aktif dalam pendidikan di ITB;
    • semua hibah BTHF akan memiliki karakter insidentil dan komplementer dan dapat dibuat dalam kombinasi dengan bantuan finansial dan / atau non-materi lainnya dari sumber lain.

New grant procedure

Dengan adanya peraturan BTHF, pendanaan BTHF akan fokus pada dua modalitas berikut:

  1. Kelanjutan pemberian tahunan hadiah Ganesha (sekarang hadiah tunai € 1.000 dan biaya untuk kunjungan penelitian ke Belanda dengan maksimum € 5.000). Jika pemenang tidak dapat mengunjungi Belanda maka dia akan mendapatkan hadiah uang tunai € 1.000 sementara pemenang kedua hadiah Ganesha akan diberi kesempatan untuk kunjungan penelitian ke Belanda. Protokol untuk hadiah Ganesha dijelaskan dalam Lampiran A.
  2. Hibah tahunan untuk penelitian dan pertukaran staf dengan total maksimum € 20.000 per tahun. Kelompok riset ITB dapat mengajukan proposal ke BTHF untuk hibah tersebut. Protokol untuk hibah ini diberikan dalam lampiran B dan C. ITB akan mengatur pengajuan tahunan atas proposal berdasarkan pedoman aplikasi khusus untuk penelitian BTHF dan hibah pertukaran staf seperti yang dijelaskan dalam protokol. Hibah ini akan mengikuti prosedur umum ITB yang berarti bahwa hibah maksimum untuk kegiatan individu adalah sekitar € 5.000. ITB akan menangani prosedur dan pemilihan proposal pertama dan paling akhir mengajukan maksimal delapan proposal (untuk hibah penelitian dan pertukaran staf bersama-sama) untuk dipertimbangkan oleh BTHF. BTHF akan memutuskan proposal mana yang akan diberikan. Kriteria evaluasi utama BTHF akan menggunakan keunggulan ilmiah, kejelasan proposal dan tingkat kerjasama dengan lembaga-lembaga Belanda.

Sehubungan dengan penelitian tahunan dan hibah pertukaran staf, diusulkan untuk memfokuskan hibah ini pada tema ilmiah tertentu di mana Belanda memiliki reputasi ilmiah yang kuat. Ini akan meningkatkan antusiasme staf ilmiah untuk memulai dan / atau melanjutkan kerja sama dengan kelompok penelitian Belanda:

  • tema yang diusulkan untuk saat ini adalah pengelolaan air; tema ini akan ditafsirkan dari perspektif yang luas, yaitu tidak hanya hidrolika, hidrologi dll, tetapi juga mata pelajaran terkait seperti ekonomi air, tata air, air dan makanan, dll;
  • alasan utama untuk memilih tema ini, selain pembenaran ilmiah, adalah fokus kerja sama pembangunan Belanda pada tema air dan makanan dan fakta bahwa sudah ada kerja sama ekonomi yang kuat di bidang ini antara kedua negara; ini mungkin memberikan peluang untuk pendanaan tambahan / paralel;
  • tema yang dipilih akan ditinjau setiap 4 tahun selama pertemuan Dewan BTHF tahunan, mis. sejajar dengan perumusan Rencana Strategis Multi-Tahunan Kedutaan Besar, dan dapat diubah atau disesuaikan jika ada alasan yang jelas untuk perubahan atau penyesuaian tersebut

Selanjutnya diputuskan:

  • untuk meningkatkan promosi BTHF di ITB dengan mengembangkan situs web dan brosur yang mengilap di mana cara-cara yang memungkinkan hadiah Ganesha dapat dibelanjakan dan protokol untuk penelitian dan hibah pertukaran staf akan dijelaskan; situs web juga harus mencakup hasil ilustratif dari kegiatan yang dilakukan berdasarkan BTHF; Selain itu, pada kesempatan pemberian hadiah Ganesha, sebuah upacara dengan liputan pers akan diselenggarakan untuk publisitas tambahan bagi pemenang, ITB dan BTHF.
  • untuk terus menggunakan layanan perwakilan BTHF lokal di tingkat operasional; untuk mendukung perwakilan lokal dalam menyediakan layanan ini BTHF akan secara eksplisit mengatur kontak tahunan antara anggota dewan BTHF dan wakil rektor dan staf ITB yang bertanggung jawab.

Hadiah BTHF Ganesha

1. Garis Besar dan Misi

BTHF adalah yayasan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan pendidikan dan penelitian di ITB. Dengan melakukan hal itu, BTHF merangsang lembaga dan perusahaan Belanda yang aktif di Indonesia untuk mendukung tujuan di atas dan dengan demikian meningkatkan hubungan dan kerja sama ilmiah antara Indonesia dan Belanda. Hadiah Ganesha adalah salah satu instrumen BTHF dan ITB untuk mencapai tujuan kerjasama.

2. Pemenang dan runner up hadiah Ganesha

Hadiah Ganesha diberikan setiap tahun kepada keseluruhan mahasiswa sarjana terbaik ITB. Selain pemenang hadiah, runner up akan dipilih.

 

4. Hadiah

Hadiah Ganesha akan (selain sertifikat) terdiri dari 2 komponen:

  1. Hadiah uang tunai € 1000
  2. Beasiswa ke Belanda untuk pemenang untuk jangka waktu hingga 3 bulan untuk bekerja di universitas, institut atau mitra pengetahuan Belanda lainnya; biaya yang ditanggung adalah perjalanan (internasional dan nasional), visa, asuransi, penginapan dan beberapa biaya penelitian terbatas (literatur, biaya kehadiran untuk konferensi, dll).

Pemenang hadiah Ganesha akan mendapatkan hadiah uang tunai dan akan diberikan kesempatan untuk beasiswa. Beasiswa harus diklaim dalam waktu 3 bulan setelah pemberian hadiah, termasuk kontak di Belanda dengan lembaga di mana beasiswa akan berlangsung. Jika pemenang hadiah Ganesha tidak dapat menggunakan beasiswa, kesempatan beasiswa akan ditawarkan kepada runner-up. Pada akhir beasiswa dan setelah pengajuan laporan misi, penghargaan penyelesaian akan diberikan € 500, = (baik kepada pemenang atau runner-up).

 

5. Proses Seleksi

Proses seleksi akan menjadi tanggung jawab penuh ITB. Prosedur dan kriteria pemilihannya adalah sebagai berikut:

  1. Seleksi akan dilakukan berdasarkan Pedoman Seleksi Mahasiswa Sarjana Terbaik, yang diterbitkan setiap tahun oleh Direktorat Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia;
  2. Pada bulan Februari, Lembaga Kemahasiswaan ITB akan mengirim surat ke semua Fakultas di ITB tentang seleksi. Fakultas akan mengumumkan kepada semua mahasiswa ITB tentang seleksi untuk mahasiswa fakultas terbaik; untuk referensi persyaratan dibuat untuk Pedoman
  3. Siswa yang memenuhi syarat untuk menjadi kandidat dipilih oleh tim (terdiri dari beberapa dosen yang ditugaskan). Seleksi akan dilakukan dalam waktu maksimal 1 bulan, melalui proses wawancara, dengan mempertimbangkan bakat mereka, prestasi akademik, kemampuan bahasa Inggris, dan aktivitas mereka di serikat siswa.
  4. Setiap fakultas akan memilih 3 (tiga) siswa dengan nilai tinggi dan hanya mengirim siswa terbaik sebagai perwakilan fakultas untuk dipilih sebagai siswa terbaik di tingkat ITB.
  5. Dalam proses seleksi ITB, semua kandidat dari semua fakultas harus menyiapkan makalah 20-30 halaman dengan tema tertentu, yaitu “untuk menjadi siswa Indonesia yang cerdas dengan Karakter yang baik”, dan akan mempresentasikan makalah itu di depan tim seleksi yang akan terdiri dari beberapa staf akademik dan non-akademik.
  6. Setelah presentasi, tim seleksi akan melakukan wawancara singkat dan mengevaluasi penampilan mereka. Pemenang dan runner-up akan diumumkan dalam waktu seminggu setelah pemilihan. Rektor ITB akan mengeluarkan keputusan tentang siswa terbaik ITB dan siswa akan dikirim sebagai perwakilan ITB ke seleksi Nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia.
  7. Seleksi Nasional akan dijadwalkan pada bulan Agustus. ITB melalui kantor Wakil Rektor Komunikasi, Kemitraan dan Alumni, pada bulan Agustus akan memberi tahu BTHF nama mahasiswa ITB terbaik dan tanggal upacara pemberian penghargaan akan berlangsung.
  8. Siswa yang terpilih akan dianugerahi Hadiah Ganesha selama upacara pelantikan siswa baru ITB pada bulan Agustus.

Jadwal waktu proses dirangkum dalam Lampiran D.

 

6. Upacara penghargaan
Hadiah Ganesha akan diberikan kepada pemenang selama upacara formal singkat. Upacara akan dipimpin oleh perwakilan dari rektorat ITB. BTHF akan diberitahu pada tanggal upacara penghargaan dan akan berhati-hati bahwa perwakilan Belanda akan menghadiri upacara tersebut. Kehadiran pers akan dirangsang untuk meliput upacara.

 

7. Pelaporan
Tidak diperlukan pelaporan pemilihan dan pemberian hadiah Ganesha. Beasiswa ke Belanda harus dilengkapi dengan laporan singkat yang menggambarkan kegiatan yang dilakukan selama beasiswa dan pelajaran yang didapat. Untuk BTHF tidak diperlukan laporan tentang hasil ilmiah beasiswa. Mungkin saja lembaga tempat beasiswa berlangsung ingin menerima laporan ilmiah.

 

Hibah Penelitian BTHF

  1. Garis Besar dan Misi BTHF adalah yayasan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan pendidikan dan penelitian di ITB. Dengan melakukan hal itu, BTHF merangsang lembaga dan perusahaan Belanda yang aktif di Indonesia untuk mendukung tujuan di atas dan dengan demikian meningkatkan hubungan dan kerja sama ilmiah antara Indonesia dan Belanda. Program BTHF Research Grants didedikasikan untuk berkontribusi dalam mempromosikan ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk kepentingan industri, ekonomi dan sosial Indonesia.
  2. Bidang Penelitian yang akan didukung Hibah penelitian tahunan berfokus pada tema ilmiah tertentu di mana Belanda memiliki reputasi ilmiah yang kuat. Ini akan meningkatkan antusiasme staf ilmiah untuk memulai dan / atau melanjutkan kerja sama dengan kelompok penelitian Belanda. Tema saat ini (hingga 2018) adalah pengelolaan air. Tema ini akan ditafsirkan dari perspektif yang luas, yaitu tidak hanya hidrolika, hidrologi dll tetapi juga mata pelajaran terkait seperti ekonomi air, tata air, air dan makanan, dll.
  3.  Kelayakan
    1. Pelamar harus peneliti di ITB (staf reguler di tingkat MSc dan PhD) yang secara pribadi terlibat dalam proyek penelitian tingkat pascasarjana di fakultas atau lembaga penelitian yang masing-masing berafiliasi dengan universitas.
    2. Semua hibah BTHF akan memiliki karakter insidentil dan komplementer dan dapat tersedia dalam kombinasi dengan bantuan finansial dan / atau immaterial lainnya dari sumber lain. Penelitian yang akan didanai harus merupakan penelitian bersama dengan kelompok penelitian Belanda.
    3. Penelitian yang dilakukan dalam rangka proyek kerja sama bantuan Belanda di Indonesia (universitas, konsultan, dll.) Didorong.
  4. Anggaran, durasi, dan ketentuan
    1. Anggaran
      Anggaran tahunan untuk hibah penelitian dan dukungan staf adalah € 20.000. Hibah perorangan maksimum adalah € 5.000 yang berarti maksimum sekitar 4 dapat diberikan.
    2. Tujuan yang dapat digunakan dana hibah;
      • Tiket penerbangan internasional
      • Visa, asuransi
      • Uang saku selama kunjungan
      • Biaya penelitian kecil (seperti biaya konferensi, literatur, dll.)
    3. Durasi: Periode kunjungan / pertukaran akan 1 – 3 bulan.
    4. Pertukaran staf harus dilakukan dalam waktu satu tahun setelah hibah diberikan.
    5. Di akhir pertukaran staf, laporan singkat harus diserahkan ke ITB dan BTHF yang menjelaskan hasil dan pengalaman dari persekutuan
  5. Proses penyaringan
    1. Staf yang memenuhi syarat dapat mengajukan proposal ke ITB.
    2. ITB akan mengatur proses penyaringan berdasarkan Pedoman Aplikasi spesifik untuk BTHF Grant for Staff Exchange dan memilih maksimum lima pelamar untuk dipertimbangkan oleh BTHF.
    3. BTHF akan memutuskan pelamar mana yang akan didanai.
    4. Jadwal waktu dari proses ini diberikan dalam Lampiran D.
  6. Pelaporan
    1. Setelah penyelesaian proyek, penerima hibah akan menyerahkan laporan penelitian ke ITB dan BTHF yang disiapkan mengikuti format yang ditentukan.
    2. Terpisah dari proyek penelitian ilmiah, deskripsi singkat akan diberikan tentang pengeluaran dalam proyek, disertifikasi oleh ITB.
    3. Ketika hasil penelitian yang didukung hibah diterbitkan dalam jurnal ilmiah oleh penerima hibah, pengakuan harus dimasukkan dengan cara berikut.

Jadwal waktu tahunan untuk hibah BTHF

Hadiah Ganesha

  • Februari: Panggil ke departemen untuk menominasikan mahasiswa sarjana terbaik mereka
  • April: Pemilihan siswa terbaik dari Fakultas
  • Mei / Juli: Proses pemilihan siswa terbaik ITB (pemenang Hadiah Ganesha)
  • Agustus: ITB menginformasikan kepada BTHF tentang nama-nama pemenang dan runner-up dan tanggal upacara penghargaan
  • Agustus: Upacara penghargaan
  • November: Tanggal akhir pemenang harus memberi tahu ITB dan BTHF bahwa ia akan memanfaatkan kesempatan beasiswa ini

BTHF Hibah Penelitian dan hibah untuk pertukaran staf

  • Maret: Panggil ke departemen untuk mengirimkan proposal
  • Akhir Maret / mohon. April: Evaluasi dan pemilihan proposal dan meneruskannya ke BTHF (5 proposal untuk hibah penelitian dan 5 proposal untuk pertukaran staf)
  • Akhir April: Keputusan BTHF tentang proposal yang ingin mereka hormati (biaya tahunan maksimum € 20.000 untuk hibah penelitian dan pertukaran staf secara bersama-sama)
  • Mei – Februari: Periode pertukaran penelitian atau staf
  • 28 Februari: Menyerahkan laporan akhir ke ITB dan BTHF
PROGRAM LAIN

Selain program-program penelitian yang telah disebutkan di atas, LPPM ITB juga mengelola tawaran-tawaran program penelitian lain seperti Program Hibah Riset Ikatan Alumni (HR-IA) ITB, Program KKP3T, Program Indonesian Toray Science Foundation, dan lain-lain.

PRODUK PENELITIAN

Hasil-hasil penelitian di ITB beberapa diantaranya telah diaplikasikan untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian-penelitian tersebut dapat diakses pada halaman research.lppm.itb.ac.id.

AWARDS
  1. Habibie Award 2017 Prof. Dr. Eng. Khairurrijal, MS. (Bidang Ilmu Dasar)
  2. Islamic Development Bank (IDB) Prizes for Science and Technology 12th Edition Tahun 2014, atas nama LPPM ITB, sebagai lembaga yang memiliki: “Outstanding scientific or technological contribution to the socio-economic development of a member country”.
  3. Habibie Award 2014Dr. Eng. Ferry Iskandar (Bidang Ilmu Dasar)
  4. Habibie Award 2013Dr.Ir. I Gede Wenten
  5. Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa (AKIL) 2014:
    1. Dr.Eng. Ferry Iskandar (Kategori Hak Cipta Bidang Ilmu Pengetahuan)
    2. Dr. Andar Bagus Sriwarno dengan karya Pengembangan set alat musik berbahan bambu (Kategori Desain Industri, Hak Cipta Karya Seni Rupa, Seni Pertunjukan dan Permainan Kreatif)
    3. Dr. Tisna Sanjaya dengan karya Imah Budaya (IBU) Cigondewah (Kategori Desain Industri, Hak Cipta Karya Seni Rupa, Seni Pertunjukan dan Permainan Kreatif)
  6. LIPI Sarwono Award 2014Prof. Dr. Sri Widiyantoro
  7. Ristek-Kalbe Science Award 2014Dr. Heni Rachmawati, Apt., M.Si. (Juara II Kategori Best Research Award)
EnglishIndonesia