Pusat Penelitian

PUSAT PENELITIAN

Pusat Penelitian adalah wadah fungsional sebagai organisasi program yang melaksanakan dan mengelola  penelitian/riset ITB  sesuai dengan bidang-bidang yang diamanatkan oleh Senat Akademik ITB No. 20/SK/K01-SA/2010.

 

Sebagai upaya berperan-serta menegakkan kemandirian dalam IPTEKS dan survival bangsa Indonesia, bidang-bidang yang direkomendasikan untuk menjadi fokus penelitian sepuluh tahun ini (2010 —2020) di ITB yaitu terfokus pada 7 bidang :

1) Infrastruktur, Mitigasi Bencana, dan Kewilayahan;
2) Energi;
3) Teknologi Informasi dan Komunikasi;
4) Pangan, Kesehatan dan Obat-obatan;
5) Produk Budaya dan Lingkungan;
6) Teknologi Nano dan Kuantum;
7) Bioteknologi.

 

Dua bidang merupakan terakhir merupakan Iptek masa depan dan yang lain merupakan produk aplikasi dan berorientasi pada teknologi hijau (green technology) dan perubahan iklim (climate change).

 

Bidang penelitian Iptek masa depan harus merupakan penelitian dasar bukan berupa penelitian aplikasi.

 

Produk aplikasi dan iptek masa depan ini harus merupakan penelitian antar disiplin untuk ini diperlukan adanya pusat pusat atau pusat penelitian dengan fokus pada 7 bidang tersebut. Bidang bidang ilmu yang ada di ITB saat ini adalah merupakan alat (tools) untuk menunjang 7 fokus ini. Pusat pusat atau pusat penelitian tersebut diharuskan mempunyai roadmap penelitian yang jelas, terencana dan mendapat pengesahan dari Senat Akademik, dan di-evaluasi secara berkala. Untuk bidang yang dianggap strategis dan mendapatkan perhatian yang kurang dari pemerintah dan masyarakat, ITB harus memberikan perhatian khusus pada bidang ini.

 

Bidang-bidang yang termasuk dalam fokus penelitian tersebut dan penekanan pada masing masing bidang tersebut harus tercantum dalam road-map penelitian.

 

Bidang strategis lainnya seperti mitigasi dan manajemen bencana dapat dimasukkan dalam produk aplikasi infrastruktur dan kewilayahan, advanced material dimasukkan dalam iptek masa depan teknologi nano dan kuantum, dan industri kreatif dalam produk budaya dan lingkungan. Produk luaran dari hasil penelitian harus termasuk dalam surat keputusan Senat Akademik tentang kategori luaran riset (SK Senat Nomor 23/SK/K01-SA/2009).

 

Tahun 2020,  ITB sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi bidang teknologi, sains, seni, dan humaniora berbasis penelitian di Indonesia, Institut Teknologi Bandung bertanggung jawab untuk berperan serta dalam membangun sumber daya dan teknologi Indonesia. Untuk itu, ITB perlu memprioritaskan sumber daya penelitian yang ada pada bidang-bidang tertentu agar dapat mengatasi permasalahan bangsa maupun global saat ini, dan di masa depan. Program penelitian ITB dirancang untuk periode 2020 – 2025. Diharapkan dengan adanya Prioritas Penelitian yang tercantum dalam Peraturan Senat Akademik ITB tentang Prioritas Penelitian Institut Teknologi Bandung No.: 01/PER/I1-SA/OT/2020, ITB akan memberi dampak yang lebih signifikan bagi masyarakat Indonesia maupun dunia.

 

Download :

  1. SK Rektor ITB Nomor : 054/SK/11.A/KP/2011
  2. Peraturan Senat Akademik Nomor : 01/PER/I1-SA/OT/2020
Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi

Kepala PP : Dr. Elfahmi, S.Si., M.Si.
Alamat : Gd. Litbang Integrasi dan Aplikasi (PAU) Lantai 2
Jl. Tamansari No. 126, Bandung 40132, Indonesia
Phone : +62-222534115 /+62-22-2534116 / +62-22-2509165
Fax : +62-222534115
Email : hayati@hayati.itb.ac.idadmin@biotech.itb.ac.id
Website : www.biosainsbiotek.itb.ac.id

 

Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi atau yang disingkat dengan PPBB (Biosciences and Biotechnology Research Center, BBRC) adalah salah satu pusat penelitian di lingkungan Institut Teknologi Bandung dengan koordinasi di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITB dan Wakil Rektor Bidang Riset, inovasi dan Kemitraan (WRRIM).

 

PPBB dibentuk melalui Surat Keputusan Rektor ITB yang ditanda tangani oleh Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Organisasi (WRSO) tertanggal 14 November 2014 dengan nomor SK: 820/I1.B03/KP/SK/2014 tentang penggabungan Pusat Penelitian Pangan, Kesehatan dan obat-obatan (PPPKO) dan Pusat Ilmu Hayati (PIH) menjadi Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi.

 

Sejak penggabungan PPPKO dan PIH Hayati, maka fokus penelitian juga diarahkan untuk pengembangan topik riset yang relevan dengan kedua pusat tersebut. Walaupun proses penggabungan dan pemberian nama baru dilakukan pada tahun 2014, namun PPBB telah mempunyai sejarah dan suasana riset yang sudah berkembang cukup lama sejak berdiri dengan nama Pusat Antar Universitas (PAU). PAU Ilmu Hayati dan dan PAU Bioteknologi awalnya dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen DIKTI) pada tahun 1986 dengan dukungan pendanaan dari Bank Dunia.

 

Periode awal aktivitas PAU, di samping melakukan riset unggulan, juga melakukan pengembangan SDM peneliti dengan mengirimkan staf di PAU untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral. Pada saat ini beberapa dari para peneliti tersebut telah menjadi dosen di ITB dan mencapai karir akademik tertinggi yaitu sebagai Guru Besar. Pada tahun 1997, dilakukan pengalihan status PAU dari Ditjen DIKTI ke ITB. Di dalam perjalanannya PAU Bioteknologi telah mengalami perubahan nama dan topik riset beberapa kali.

 

Sebagai sebuah Pusat Penelitian di bawah ITB, maka PPBB biotek telah, sedang dan secara terus menerus berusaha menjadi sebuah center of excellent yang menghasilkan luaran riset dalam bentuk pengembangan keilmuan, teknologi dan produk yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat banyak di berbagai segmen kehidupan. Usaha ini merupakan wujud tanggung jawab PPBB dalam berkontribusi untuk kemanjuan ITB dan bangsa Indonesia. Dalam mewujudkan cita-cita, PPBB merumuskan visi dan misi sebagai berikut:

 

Visi:

Center of Excellence penghasil produk riset unggulan dan andalan nasional di bidang biosains dan bioteknologi yang teraplikasi di masyarakat dan industri.

 

Misi:

Melaksanakan riset unggulan di bidang biosains dan bioteknologi, dalam rangka dan upaya pengembangan produk, penguasaan iptek strategis, fasilitasi dan pelatihan riset serta pendampingan teknologi bagi masyarakat dan industri.

 

Topik riset yang menjadi penelitian unggulan PPBB dikelompokkan dalam 3 klaster yang didukung oleh laboratorium-laboratorium terkait. Ketiga klaster tersebut yaitu:

1. Riset Inovasi pemanfaatan bahan alam bagi kesehatan, pangan dan nutrisetikal

Topik riset ini didukung oleh beberapa laboratorium diantaranya Lab. Mikologi, GeoMikrobiologi, Farmakologi dan Toksikologi, Bahan Alam, Kultur Jaringan, Rekayasa Tanaman, Nanomaterial, Bioproses dan Lab tanaman transgenik (plant Genetic Modified Organsim_GMO)

 

Beberapa contoh penelitian unggulan di laboratorium-laboratorium di lingkungan PPBB yang termasuk dalam klaster ini diantaranya:

  • Pengembangan obat herbal Indonesia untuk beberapa indikasi penyakit seperti menurukan asam urat, antihipertensi, antikolesterol, dan antimikroba
  • Enkapsulasi senyawa aktif dari tanaman obat dalam bentuk polimer nanoserat menggunakan
  • Pengembangan sistem manajemen pasca panen dengan menggunakan nantomaterial TiO2 pada pisang sebagai model
  • Pengembangan produk kosmetik berbasis bahan alam seperti sampo, krim untuk scin care
  • Pengembangan senyawa marker untuk control kualitas dan standardisasi obat herbal
  • Pengembangan produk nuatrasetikal
  • Pabrikasi nanoserat ekstrak daun teh hijau dalam matriks polimer untuk aplikasi biomedis menggunakan pemintal elektrik tanpa jarum

2. Riset untuk produksi enzim, vaksin dan protein terapeutik

Topik riset ini didukung utamanya oleh Lab Rekayasa Genetika, Biokatalis, dan Lab Bioteknologi.

Beberapa contoh penelitian unggulan dalam klaster ini diantaranya:

  • Pembuatan hybrid collection preliminary untuk pengembangan antibody monoclonal bagi terapi hepatitis B.
  • Pengembangan kit diagnostic untuk deteksi hepatitis.
  • Interaksi α-amilase dari Saccharomycopsis fibuligera R64 (SfamyR64) dengan pati mentah secara biokimia dan spektroskopi Surface Plasmon Resonances (SPR) dan membandingkan kemampuan interaks iSfamy R64 wild type dengan mutan N224Q yang tidak memiliki sisi glikosilasi pada C-terminal

3. Riset Bioteknologi untuk kesahatan, pangan, lingkungan dan energi

Topik riset ini didukung oleh Lab Biokonversi, Bioteknologi Lingkungan, Bioremediasi  Lingkungan. Beberapa contoh penelitian unggulan dalam klaster ini diantaranya:

  • Produksi bioetanol dari akar wangi (Vetiveria zizanioides) sebagai fitoremediasi pada lahan belas tambang bauksit
  • Rekayasa gen kunci pada produksi obat antimalarial Artemisinin dari tanaman Artemisia annua.
  • Studi degradasi senyawa pewarna tekstil menggunakan enzim laccase dari Marasmielus palmivorus dengan metode high-throughput screening

Penerapan hasil penelitian dikategorikan dalam bentuk publikasi ilmiah pada jurnal nasional dan internasional, diseminasi pada seminar nasional dan internasional, hak kekayaan intelektual (HKI) dan atau paten, serta produk yang mempunyai potensi untuk dikomersialisasikan. Setiap tahun PP Biosains dan Bioteknologi mempublikasi hasil penelitian yang dilakukan di PPBB serta kerjasama dengan Pusat/Pusat Penelitian atau Fakultas/Sekolah di ITB atau institusi lain di luar ITB dan institusi luar negeri.

 

Hasil penelitian yang berpotensi mendapatkan HKI atau Paten juga target capaian PPBB. Di samping itu PPBB secara aktif melakukan pelatihan atau workshop terkait dengan penelitian sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dilakukan di PP BB dan dapat ditularkan kepada peneliti lainnya dari seluruh Indonesia.

 

Beberapa hasil riset dalam bentuk produk yang beberapa diantaranya dengan status berpotensi untuk dikomersialisasikan; pada tahap akhir riset dengan Tingkat Kesiapan Teknologi berkisar antara 6-8. Beberapa diantaranya masih dalam proses riset. Berepa contoh produk yang dikembangkan di PP BB sebagai berikut:

  • Beberapa jenis jamur untuk konsumsi
  • Kandidat obat herbal untuk pengobatan beberapa penyakit seperti antidiabetes, anti rematik, antikolesterl, obat jerawatc
  • Produk kosmetik berbahan alam seperti sampo dank rim pemutih kulit yang berasal dari bahan alam
  • Beberapa senyawa marker untuk standardisasi dan control kualitas obat herbal
  • Kit diagnostic untuk deteksi penyakit hepatitis B
  • Instrumentasi untuk pembuatan sedian atau produk nanoserat terutama untuk bahan alam atau senyawa murni yang diisolasi dari bahan alam
  • Dan lain – lain

Dalam melaksanakan aktivitas penelitian PP BB secara aktif mejalin kerjasama dengan berbagai institusi dalam dan luar negeri untuk mendapatkan hasil penelitian yang berkualitas. PP BB sangat terbuka untuk kerjasama dalam berbagai bentuk terutama untuk tujuan komersialisasi hasil-hasil penelitian sehingga dapat bermanfaat lebih banyak bagi masyarakat, bangsa dan Negara.

Pusat Penelitian Energi Baru dan Terbarukan

Kepala    : Prof.Dr.Ing.Ir. Priyono Soetikno, DEA.

Alamat    : Gedung Riset dan Inovasi Lantai 4, Jl. Ganesa 10 Bandung

E-mail     : priyono@fluida.ms.itb.ac.id ; priyonosutikno@gmail.com

Website  : www.ppebt.lppm.itb.ac.id

 

Pusat Penelitian Energi Baru dan Terbarukan (PPEBT) merupakan organisasi yang berada di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakan (LPPM ITB) yang berperan aktif dalam memenuhi tantangan energi baru dan terbarukan di Indonesia baik dalam bidang riset, pengembangan, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

PPEBT dibentuk melalui SK Rektor ITB Nomor 054/SL/I1.A/2011 pada tahun 2011 yang dikepalai oleh Alm. Prof. Dr. Ir. Aryadi Suwono hingga tahun 2014. Saat ini, PPEBT dikepalai oleh Prof. Dr.Ing. Priyono Sutikno, DEA.

 

Visi PPEBT dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya adalah “menjadi Pusat Penelitian Energi Baru Terbarukan terdepan di Indonesia” yang dijabarkan dalam tiga misi yaitu: 1. Mensinergikan para peneliti ITB dengan bidang pembangkitan energi baru dan terbarukan, 2. Mempersiapkan arah penelitian tentang pengembangan teknologi energi baru dan terbarukan di Indonesia, 3. Menghasilkan dan menyiapkan teknologi energi baru dan terabarukan yang dapat dimanfaatkan di Indonesia.

 

Fokus penelitian PPEBT-ITB mencakup segala teknologi EBT dan terapannya termasuk pemanfaatan energi air, energi angin, energi biomassa, coal upgrading, solar photo voltaic, biofuel, panas bumi, siklus rankine organic, smart grid, dan lain-lain.

 

Berbagai penelitian tentang energi telah dilakukan di laboratorium baik dari hidro, angin, matahari biomasa, maupun biofuel. Penelitian-penelitian tentang energi telah mencapai bebagai tingkatan, baik skala laboratorium, prototipe untuk menghasilkan produk berupa bahan bakar, bahkan sudah menghasilkan energi listrik yang dapat masuk ke jaringan.

 

Mulai tahun 2017 PPEBT mulai menggabungkan hasil penelitian yang telah atau sedang berjalan yang untuk menjadi suatu tempat yang mandiri energi yang bersumber dari banyak sumber energi terbarukan yang berpotensi untuk dikembangakan menjadi prototipe small grid yang dapat masuk ke jaringan PLN.

 

Penelitian yang kami lakukan rata-rata berbasis menghasilkan produk baik itu produk hasil penelitian maupun produk SDM berupa lulusan yang berkopetensi pada bidang EBT.

 

PPEBT memiliki anggota peneliti dari berbagai multidisiplin ilmu yang memiliki fokus riset pada bidang energi baru dan terbarukan.

 

Untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut, para peneliti PPEBT memiliki kerjasama riset dengan berbagai pihak dan instansi, yaitu dengan Kementerian ESDM, Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Australia Indonesia Centre, Korea Institute of Industrial Technology, Pertamina, dan Himpunan Ahli Pembangkit Kerjasama Penelitian dan Seminar Nasional.

 

Riset Unggulan

Sejak tahun 2011, PPEBT ITB aktif menggunakan data penelitian yang bersumber dari Program Riset Unggulan serta dana-dana lainnya yang telah banyak menghasilkan produk-produk serta publikasi ilmiah yang telah dipublikasikan. Berikut adalah rincian produk yang PPEBT telah lakukan:

  1. Mukhlis Ali, Yuli Setyo Indartono, dan Dwi Novitasari. “Design and Optimization of Smart Micro Grid System for Fishermen’s Ice Maker Machine in Karimunjawa”, dipublikasikan pada The Grand Renewable Energy 2018 International Conference di Yokohama, Jepang
  2. Mukhlis Ali, Yuli Setyo Indartono, dan Harry Setyo Wibowo. “Cost and GHG Emissions Reduction Analysis of Fishermen’s Ice Maker Development in Karimunjawa using PV and Biobased Diesel Engine as Energy Supply”, dipublikasikan pada Asian Conference on Biomass Sciences 2018 di Bogor, Indonesia
  3. “Development of torre-briquetting process to convert mixed MSW into high energy density solid fuel”, P Prawisudha, B Triyono, K Rorimpandey, AR Irhamna, T Hardianto and AD Pasek, AIP Conference Proceedings 1984 (1), July 2018, AIP Publishing.
  4. “Study on utilization of Indonesian non-recycled municipal solid waste as renewable solid fuel”, B Triyono, P Prawisudha, AD Pasek and Mardiyati, AIP Conference Proceedings 1984 (1), July 2018, AIP Publishing.
  5. “Experimental Study on Utilization of Indonesian Non-Recycled Organic Waste as Renewable Solid Fuel Using Wet Torrefaction Process”, B Triyono, P Prawisudha, Mardiyati and AD Pasek, Engineering Journal 22 (6), 81-92, 2018.
  6. “Experimental study on torre-pyrolysis process to convert mixed Municipal Solid Waste into solid and liquid fuel”, P Prawisudha, B Triyono and AD Pasek, Asia Pacific Landfill Symposium (APLAS) 2018 Proceeding, Tokyo
  7. “Performance Analysis of Solar Dish Stirling Power System In Indonesia”, Kunihisa Eguchi, Evan Philander, Ari Darmawan Pasek, Yuli Setyo Indartono, 18th International Stirling Engine Conference 2018, Tainan, Taiwan.
  8. Numerical Simulation Performance of Permanent Magnet Generator Axial Turbine, Yos Rabung, Priyono Sutikno, Isnain ‘Aliman
  9. Performance Test of Axial Turbine0Generator Magnet Permanent On-Grid System Prototype for Very Low Head Application; Dhani Abdul Ghaniy, Priyono Sutikno, Puji Widiyanto.
  10. Economic Analysis of biomass gasification for rual electricity in Indonesia; Herri Susanto, Taniadi Suria, Sunu Herwi Pranolo.
  11. Experimental Study of Gas Cleaning System on Biomass Gasification; Ilham Arnif, Yuli Setyo Indartono, Herri Susanto, Willy Adriansyah.
  12. Experimental Study of Biomass Gasification: The Effect of Biomass Drying Process; Yuli Setyo Indartono, Ilham ARnif, Herri Susanto, Willy Adriansyah
  13. Development of Torre-Briquetting Process to Convert Mixed MSW into High Energy Density Solid Fuel; Pandji Prawisudha, Kevin Rorimpandey, Budi Triyono, Adrian Rizqi Irhamna, Toto Hardianto, Ari Darmawan Pasek.
  14. Numerical and Experimental Study on Rocket Stove Combustion Process for Heating Stirling Engine, Ridwan Abdurrahman, Ari D. Pasek, Pandji Prawisudha.
  15. Kajian computational fluid dynamic (CFD) pada bamboo-fueled stirling engine cogeneration; Ridwan Abdurrahman, Ari D. Pasek, Willy Adriansyah
  16. Prosiding internasional, 1 buah, Sasongko, D., Wulandari, W., Rubani, I. S., Rusydiansyah, R., Effects of biomass type, blend composition, and co-pyrolysis temperature on hybrid coal quality, Proceeding International Process Metallurgy Conference, Bandung (SCOPUS indexed), accepted (7 Oktober 2016)
  17. Draft manuskrip jurnal internasional, 1 buah, Sasongko, D., Wulandari, W., Rizkiana, J., Rubani, I. S., Prasetyo, H. A., Ridha, M. A., Sawdust hybrid coal: Blend composition and co-pyrolysis time influence on its characteristics, (i) Journal of Engineering and Technological Sciences, (ii) International Journal of Ambient Energy, (iii) ASEAN Journal of Chemical Engineering, atau (iv) lainnya, akan disubmit (Februari 2017).
  18. Study on Multiproduct Conversion of Rice Agricultural Waste into Solid Fuel and Liquid Fertilizer by Employing Wet Torrefaction Process; Pandji Prawisudha, Sann Samnang, Ari Darmawan Pasek
  19. Ari Darmawan Pasek, Maulana Arifin, 2015, Design of Radial Turbo-Expander for Small Organic Rankine System, The 13th Asia Pacific Conference on the Built Environment, 19-20 November, Crowne Plaza Kowloon East Hotel, Hongkong
  20. Pengaruh Kandungan Air pada Proses Pembriketan Binderless Batubara Peringkat Rendah Indonesia, Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin, 7-8 Oktober 2015, Banjarmasin
  21. Technical Evaluation and Optimization on Low Temperature Binderless Briquetting of Upgraded Indonesian Low Rank Coal, draf publikasi internasional berbahasa Inggris
  22. Study of Micro Grid Hybrid System of Photovoltaic and Diesel Engine, International Conference on Green Energy and Applications (ICGEA), March 23 – 25.  2016, Singapore
  23. Priyono Sutikno, Yuliandra Syahrial Nurdin, Doddy Risqi, Eki Mardani, Erpinus Sihombing, 2014, Experimental of Three Parallel Water Current Turbine With Optimized Straight Blades And Using Flow Concentrator Channeling Device To Augmented Performance and Self  Starting Capability. Proceeding Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin XIII (SNTTM XIII), Depok, 15 – 16 Oktober 2014.
  24. Yuli Setyo Indartono, Satrio Dwi Prakoso, Aryadi Suwono, Ilman Nuran Zaini, Billy Fernaldi, 2014, Simulation and Experimental Study on Effect of Phase Change Material Thickness to Reduce Temperature of Photovoltaic Panel, 7th International Conference on Cooling and Heating Technologies(ICCHT) , 4th – 6th November 2014, Selangor, Malaysia.
  25. Yuli Setyo Indartono, Aryadi Suwono, Fendy Yuseva Pratama, Improving Photovoltaics Performance by Using Yellow Petroleum Jelly as Phase Change Material, Accepted for Publication, International Journal of Low Carbon Technology
  26. Prototipe Peralatan Torrefaksi Fluidized Bed Sistem Kontinu , Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin XIII (SNTTM XIII), Depok, 15 – 16 Oktober 2014

Dalam menjalankan tugas tri dharma perguruan tinggi, PPEBT banyak melakukan pameran sebagai bentuk diseminasi ilmu pengetahuan mengenai Energi Baru dan Terbarukan kepada masyarakat luas. Selain pameran, PPEBT juga mengadakan seminar dengan topik strategi pemanfaatan EBT untuk penyediaan tenaga listrik.

 

 

 

Berikut adalah beberapa produk hasil penelitian PPEBT:

(1) Pengembangan Alat Mandiri Hidro-Pirolisis Pengolah Sampah Kota

 

(2) PV with termosiphon cooling system experimental device (Sutanto, 2018)

 

(3) Ekstraksi biji nyamplung dengan penambahan jerami  dan sekam menggunakan flexible single screw extruder

Pusat Penelitian Infrastruktur dan Kewilayahan

Kepala PP : Wilmar A. Salim, ST., M.Reg.Dev., Ph.D.
Alamat : Gedung PAU Lantai 4 Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10 Bandung
Phone : +62-22-2509171
Fax : +62-22-2501263
Email : ppik@lppm.itb.ac.id wsalim@pl.itb.ac.id ; wilmarsalim@yahoo.com
Website : http://ppiw.itb.ac.id/

 

Pengembangan infrastruktur merupakan salah satu strategi penting dalam memberikan pelayanan dasar, mendorong pertumbuhan wilayah serta memperkuat kompetisi wilayah. Dalam konteks pembangunan nasional, infrastruktur merupakan salah satu persoalan pokok yang perlu dipecahkan dan telah menjadi agenda pokok lebih dari empat periode pemerintahan. Beberapa wilayah di Indonesia, baik kawasan perdesaan dan perkotaan mengalami persoalan keterbatasan infrastruktur yang sangat serius sehingga mengalami kesulitan dalam memberikan pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, serta mengalami perkembangan ekonomi yang relatif lamban.

 

Pusat Penelitian dan Infrastruktur dan Kewilayahan (PPIK) ITB didirikan untuk menjawab tantangan nasional tersebut serta memberikan kontribusi pengetahuan yang melihat keterpaduan antara pengembangan infrastruktur dan pengembangan wilayah. Disamping memproduksi dan mendesiminasi pengetahuan melalui berbagai media seperti jurnal dan seminar baik nasional dan internasional, PPIK juga terlibat dalam merumuskan kebijakan pengembangan wilayah dan infrastruktur baik untuk kepentingan pemerintah pusat maupun daerah.

 

Visi yang secara terus menerus dibangun oleh PPIK adalah menjadi lembaga riset unggulan nasional yang memproduksi dan mendesiminasi pengetahuan serta turut serta dalam memandu arah perkembangan wilayah dan pengelolaan infrastrukur yang terpadu dan berkelanjutan. Dalam menerjemahkan visi tersebut, PPIK memiliki tiga fokus penelitian, yaitu: Pengelolaan Mega Urban dan Infrastruktur Perkotaan; Pengembangan Kawasan Perdesaan dan Pesisir; serta Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Pemilihan ketiga fokus tersebut didasarkan atas akumulasi riset yang telah dilakukan sebelumnya serta atas kepentingan strategis nasional.

 

Visi Misi yang diemban oleh PPIK adalah: 1) menyelenggarakan seluruh proses penelitian tentang Infrastruktur dan Kewilayahan serta mengkomunikasikannya pada berbagai pihak yang berkepentingan, 2) menjawab persoalan nasional dan daerah yang terkait dengan pengembangan wilayah dan infrastruktur berbasis hasil riset, 3) serta memperkuat kapasitas pemerintah dan masyarakat dalam merencanakan pengembangan wilayah dan infrastruktur.

 

Visi Riset di PPIK bersifat multidisiplin dengan mengintegrasikan berbagai kelompok keahlian yang ada di ITB terutama yang berada di Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan serta dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan. Antara tahun 2016-2018, para dosen yang berasal dari lebih delapan kelompok keahlian telah terlibat dalam riset terpadu dan proyek yang melakukan kajian tentang Wilayah Mega Urban Jakarta- Bandung serta DAS Citarum.

 

Berbagai output riset telah berhasil dilakukan oleh PPIK dalam bentuk paper yang dipublikasikan pada jurnal internasional dan nasional, proceeding seminar nasional dan internasional, model kebijakan pengembangan infrastruktur dan pengembangan wilayah yang diadopsi oleh pemerintah, dan lain-lain. Di samping itu, PPIK juga terlibat dalam program pengembangan komunitas yang berbasis pada penyediaan dan peningkatan kualitas infrastruktur.

 

Fokus Penelitian

A. PENGELOLAAN MEGA URBAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN

  1. Mega-urbanisasi dan pembangunan infrastruktur wilayah Indonesia
  2. Sistem pengelolaan transportasi perkotaan terpadu di Jabodetabek, Bandung Raya, dan Cirebon Raya
  3. Sistem Kelembagaan Pengelolaan Kawasan Jabodetabek, Bandung Raya, dan Cirebon Raya

B. PENGEMBANGAN KAWASAN PERDESAAN DAN PESISIR

  1. Pengembangan perdesaan dan pesisir berbasis kelompok kreatif
  2. Pengembangan perdesaan berbasis reforma agrarian
  3. Sistem sosial ekonomi daerah tertinggal

C. PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS)

  1. Dampak perubahan ekosistem DAS Citarum
  2. Model kelembagaan pengelolaan DAS Citarum

Kegiatan Penelitian
1. Riset Unggulan tentang Sistem dan Pengelolaan Infrastruktur Kewilayahan Megacity di Koridor Jawa

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem dan pengelolaan infrastruktur kewilayahan megacity di koridor Jawa. Tingginya pertumbuhan perekonomian di pulau Jawa diiringi dengan pembangunan skala besar baik terakit infrastruktur, perumahan, serta transportasi yang bertujuan untuk mengantisipasi tantangan yang mungkin terjadi. Studi – studi yang dilakukan saat ini masih hanya berfokus pada dampak terhadap pembangunan skala besar baik terhadap ekonomi maupun masyarakat yang dilakukan secara parsial atau per spot objek pembangunan. Belum ada studi yang membahas pembangunan skala besar dalam konteks kewilayahan sebagai suatu sistem yang saling terkait satu sama lain. Selain itu juga belum ada studi terkait dengan proses dan strategi perencanaan hingga penilaian dampak yang mungkin timbul sebagai satu kesatuan, sehingga hasil yang ada belum mampu menggambarkan kompleksitas dinamika yang terjadi saat ini beserta implikasi yang komprehensif. Terkait hal tersebut, maka studi ini melihat bagaimana sistem dan pengelolaan infrastruktur kewilayah megacity di koridor Jawa. Hasil dari penelitian dimaksudkan untuk memberikan kontribusi terhadap perkembangan pengetahuan tentang sistem dan pengelolaan infrastruktur kewilayahan megacity di koridor Jawa serta memberikan rekomendasi kebijakan model pengelolaan infrastruktur kewilayahan megacity di koridor Jawa bagi pihak-pihak terkait, baik di tingkat pusat maupun provinsi dan kabupaten/kota.

 

2. Riset tentang Kampung kreatif di Bandung, Semarang, Pekalongan, dan Solo
Di antara kota-kota di dunia yang kian menjadi bagian dari aktivitas ekonomi global, banyak kota di negara berkembang yang justru hidup dengan informalitas. UCL beserta Kota Kita (Solo), Undip (Semarang), dan ITB (Bandung) melakukan riset yang bertujuan untuk memetakan inovasi di sektor informal yang dapat ditemui di kampung kota. Riset ini bertumpu pada beberapa poin, yaitu;

  1. tingkat inovasi
  2. jenis inovasi (incremental/radikal, baru bagi individu atau baru bagi pasar)
  3. penggagas (perempuan atau laki-laki) dan asal muasal (warisam atau adaptasi, bisnis atau rumah tangga)
  4. efek bagi lingkungan sekitar; dan
  5. aspirasi dari pelaku usaha.

Riset ini dirancang untuk dapat menggambarkan aspek geografi dari sektor ekonomi informal dan inovasi yang dihasilkannya. Studi kasus di tiap kota berfokus pada pentingnya lokasi sektor tersebut di lingkup intra-urban serta aspek keberlanjutan dari usaha yang dijalankan. Selain itu, riset ini juga akan membandingkan informalitas yang terjadi di  lingkup inter-urban pada tiga kota, yaitu Solo, Bandung, dan Semarang. Selama proses riset berlangsung, tim dari ketiga kota tersebut dan UCL akan berkomunikasi untuk saling berbagi pengalaman dan pembelajaran. Riset ini berlangsung selama kurang lebih satu tahun, dimulai dari April 2017 hingga April 2018.

 

Kegiatan Kerjasama
A. Kerjasama riset dengan University College London

  • PPIK bekerjasama dengan UCL, Kota Kita (Solo), dan Universitas Diponegoro untuk melakukan penelitian tentang kampung kreatif di Bandung, Solo, Semarang, dan Pekalongan.

B. Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Minum Kabupaten Pandeglang

  • Melalui kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, PPIK melakukan kerjasama penyusunan  Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Minum Kabupaten Pandeglang

C. Penyusunan Naskah Akademik  Perda tentang Jalan, Air Minum dan Air Limbah Propinsi Banten

  • PPIK bekerjasama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi Banten menyusun Naskah Akademik Perda  tentang Jalan, Air Minum dan Air Limbah Propinsi Banten

D. Studi Evaluasi Kinerja dan Kebijakan Konektivitas Kabupaten Pandeglang

  • Bekerjasama dengan Bappeda Kabupaten Pandeglang, PPIK melakukan Studi Evaluasi Kinerja dan Kebijakan Konektivitas Kabupaten Pandeglang

Dokumentasi Kegiatan

Judul: Co – Benefits of Community Based Water Supply Management

 

Judul: Powering the Megacity: Sustainable Energy Transition in Jakarta’s Land Transportation

 

Judul: Governing Industrial Estates on Jakarta’s Peri – Urban Fringe: From Shadow Government to Network Governance

 

Kegiatan Survey Peninjauan Kembali Rencana Induk Penyediaan Air Minum bekerjasama dengan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Pandeglang yang dilaksanakan pada tanggal 10 – 15 September 2017.

Pusat Penelitian Mitigasi Bencana

Kepala PP : Prof. Ir. Iswandi Imran, MAS.c, Ph.D

Alamat: Gedung PAU ITB Jl. Ganesha 10 Bandung 40132

E-mail: iswandi@si.itb.ac.id
Website: http://ppmb.itb.ac.id/

 

Pusat Penelitian Mitigasi Bencana (PPMB ITB) dimulai dari pembentukan Kelompok Penelitian dan Pengembangan Mitigasi Bencana (KPPMB) pada tanggal 10 Januari 2003 serta berganti nama menjadi Pusat Mitigasi Bencana pada tahun 2005. Pada tahun 2011 dilakukan perubahan status dari Pusat Mitigasi Bencana menjadi Pusat Penelitian Mitigasi Bencana. Berdasarkan kebijakan ITB, Pusat Penelitian dalam struktur Institut Teknologi Bandung memiliki kewenangan dan tanggung jawab yang lebih luas. Pusat Penelitian Mitigasi Bencana ITB dibentuk dengan harapan dapat berperan dalam merespon kebutuhan nasional untuk mengurangi risiko bencana dengan melakukan upaya berkesinambungan dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

 

Fokus Penelitian

Fokus penelitian PPMB-ITB selama ini adalah sebagai berikut:

  1. Identifikasi bahaya (Hazard) dan besaran bahaya-bahaya alam (Natural Hazard)
  2. Kajian-kajian mengenai tingkat kerentanan dan atau risiko suatu kota/wilayah terhadap berbagai jenis hazards sehingga mampu mengantisipasi, menanggapi ancaman bencana dan mengurangi risikonya
  3. Pengembangan model dan metodologi di bidang mitigasi bencana yang dapat menjadi pijakan dalam perumusan kebijakan penanggulangan bencana dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan.

Aktivitas Penelitian

Sesuai dengan amanat Tri-Dharma perguruan tinggi, PPMB memiliki tiga bidang kegiatan utama yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dengan fokus utama dibidang penelitian. Aktivitas penelitian PPMB selama ini dilakukan dengan menggunakan modal dasar yang dimiliki yaitu sebagai berikut:

  1. peneliti-peneliti senior,
  2. track record dan jejaring (networking) yang relevan baik dari dalam dan luar negeri,
  3. tema riset yang sesuai dengan agenda riset ITB,
  4. laboratorium, software dan perpustakaan serta
  5. mahasiswa paska sarjana dari berbagai jurusan.

Seluruh aktivitas penelitian PPMB dilatar belakangi oleh berbagai kejadian bencana yang terjadi di Indonesia yang telah mengakibatkan kehilangan jiwa serta kerugian material serta mempengaruhi sektor ekonomi dan pembangunan. Melalui aktivitas penelitian ini, diharapkan PPMB dapat memberikan kontribusi untuk  mengurangi risiko bencana pada masa mendatang.  Sebagai arah dalam melakukan aktivitas penelitian, PPMB telah membuat roadmap penelitian seperti ditunjukkan pada gambar berikut ini:

 

 

Riset Unggulan

Riset unggulan PPMB telah dilakukan sejak tahun 2011. Sesuai dengan fokus riset ITB 2010-2020 (SK Senat Akademik No.20/SK/K01-SA/2010) infrastruktur, mitigasi bencana dan kewilayahan merupakan salah satu fokus penelitian ITB dari 7 fokus penelitian yang ada sebagai upaya berperan serta menegakkan kemandirian dalam IPTEKS.

 

Secara umum, riset unggulan yang dilakukan oleh PPMB bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan peran PPMB dalam upaya pengurangan risiko bencana melalui kegiatan penelitian baik murni maupun terapan
  2. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan dan rekomendasi khususnya bagi kebijakan penanggulangan bencana dalam rangka pembangunan yang berkesinambungan, didasarkan pada hasil penelitian murni dan terapan,
  3. Melakukan sosialisasi aktif hasil penelitian guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi bencana baik bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia dan meningkatkan kapasitas mereka dalam menghadapinya.

Beberapa judul riset unggulan yang selama ini sudah dilakukan antara lain (2017-2018):

  1. Kinerja Rangkaian Elemen Struktur Balok Kolom Yang Di Retrofit Setelah Mengalami Kerusakan Parah Akibat Simulasi Gaya Gempa
  2. Sistem Instrumentasi Simulator Surya Terkontrol dengan Intensitas Konstan yang Stabil untuk Pengujian Sistem Pemanenan Energi Matahari
  3. Analisis Seismisitas dan Potensi Gempabumi sepanjang Segmen Sesar Palu Koro, Sulawesi Tengah
  4. Perhitungan Horizontal Vertical Spectral Ratio (HVRS) untuk Analisis Kerentanan Bahaya Gempabumi di Sesar Lembang
  5. Pengembangan Model Diseminasi Informasi Bencana Gempabumi bagi Komunitas Pendidikan
  6. Penentuan Batas Mikro Kontinen dengan Pendekatan Geokimia dan Tomografi Serta Implikasinya Terhadap Letusan Eksplosif Gunungapi di Masa Mendatang
  7. Studi Pembuatan Peta Transisi Periode Panjang (Tl) Untuk Usulan Revisi Grafik Spektrum Respons Desain Yang Ada Di Standar Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung Dan Non Gedung Sni 1726-2012 Berdasarkan Data Dan Parameter Sumber Gempa 2016;
  8. Sistem Instrumentasi Pembangkit Gelombang Untuk Kalibrasi Sistem Pengukur Tinggi Muka Air;
  9. Analisis Potensi Gempabumi Dan Stress Heterogeneity Sepanjang Segmen Sesar Sumatera Bagian Tengah;
  10. Kajian Komparatif Sistem Kelembagaan Penanggulangan Bencana Dan Evolusinya di Indonesia dan Negara-Negara Asean Lainnya;
  11. Pengaruh Keberadaan Tempat Evakuasi Sementara (TES) Terhadap Tingkat Kepercayaan Masyarakat Untuk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana Tsunami; dan lain sebagainya.

Riset unggulan yang telah dilakukan menghasilkan paper-paper yang dipublikasi dalam jurnal internasional terindeks, jurnal ITB, prosiding internasional dan nasional. Selain itu, riset unggulan telah melibatkan mahasiswa S1, S2, dan S3 dimana data-data dalam riset unggulan dimanfatkan sebagai sumber skripsi, tesis dan atau disertasi mahasiswa serta bahan penulisan paper baik dalam makalah nasional maupun internasional. Keterlibatan beberapa Kelompok Keahlian (KK) dalam riset unggulan juga secara langsung dapat meningkatkan perkembangan keilmuan-keilmuan terkait bencana dari berbagai fakultas dan sekolah di ITB.

 

Pada tahun 2019 ini, PPMB memperoleh kepercayaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menjadi Pusat Unggulan IPTEK dengan nama Pusat Sains dan Teknologi Kegempaan.

 

Penerapan Hasil Penelitian

Melalui berbagai kegiatan penelitian yang telah dilakukan terkait mitigasi bencana, PPMB telah menghasilkan berbagai output antara lain dalam bentuk peta bahaya, peta kerentanan, peta risiko, pedoman teknis dan ringkasan kebijakan. Output-output ini menjadi dasar untuk penerapan upaya pengurangan risiko bencana serta menjadi input/rekomendasi bagi kebijakan pemerintah terkait mitigasi bencana baik di tingkat nasional dan lokal. Output penelitian berupa “Peta Gempa Bumi Indonesia” misalnya, menjadi input untuk mendefinisikan standar kode bangunan di Indonesia. Sementara hasil penelitian lainnya yang bermanfaat untuk pengembangan kebijakan dan perencanaan antara lain:

  1. Pengembangan Masterplan Mitigasi Gempa Bumi (2012)
  2. Berkontribusi dalam pengembangan Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) (2016)
  3. Pengembangan Model Gerakan Nasional untuk Pengurangan Risiko Bencana (2017)
  4. Pengembangunan Kode Desain Nasional untuk Geo-teknik dan Gempa Bumi (2016)
  5. Pemutakhiran Peta Sumber dan Bahaya Gempa Nasional (2010 & 2017)
  6. Revisi dan Pembaharuan kode desain tahan gempa untuk bangunan (2012), untuk Jembatan (2015), untuk Bendungan (2016), dan lainnya
  7. Kontribusi pada Rencana Induk Nasional untuk Penanggulangan Bencana (RIPB) 2045, khususnya terkait Gempa Bumi (2018)
  8. Penyusunan Pedoman Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah dalam Penanganan Darurat Bencana 2018
  9. Penyusunan Pedoman KKN Tematik Pengurangan Risiko Bencana 2018
  10. Penyusunan Blue Print Provinsi Jawa Barat untuk Ketangguhan Bencana 2019-2024
  11. Kaji Cepat Kerusakan Pasca Bencana Gempa Bumi Palu dan Lombok untuk Rekomendasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi
  12. Pengembangan Pedoman Mitigasi Bencana untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Indonesia (2019) dan sebagainya

Berbagai output dan hasil penelitian PPMB tersebut merupakan pencapaian PPMB yang meningkatkan kredibilitas sehingga PPMB dapat memperoleh kepercayaan dari berbagai lembaga baik di tingkat nasional dan internasional.

Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi

Ketua PP : Prof. Brian Yuliarto ST,M.Eng.,Ph.D.

Alamat : Center For Advanced Science Building (CAS), Lt. 1
Jl. Ganesa No.10 Bandung 40132, Indonesia
Email : nrcn@cphys.fi.itb.ac.id
Website : nrcn.itb.ac.id

 

Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi (PPNN) Institut Teknologi Bandung (PPNN ITB) merupakan salah satu pusat penelitian yang baru didirikan oleh ITB untuk menanggapi tantangan kompleks modern serta kembali memperkuat komitmen untuk selalu terlibat dalam penelitian, pengembangan, serta penerapan sains dan teknologi untuk kemajuan Indonesia.

 

Terdapat empat laboratorium penelitian di PPNN yaitu lab nanomaterial, nanomedicine, nanobiotechnology, dan nanodevice. Masing-masing laboratorium dipimpin oleh anggota terkemuka dari 25 fakultas dan lebih dari 100 mahasiswa terlibat aktif dalam pendidikan, penelitian, dan layanan masyarakat. Penelitian di PPNN didukung oleh peralatan canggih, seperti High-Resolution Transmission Electron Microscope (HRTEM), Focused Ion Beam (FIB), Scanning Electron Microscope (SEM), dan Atomic Force Microscope (AFM) yang kegiatannya mencangkup berbagai disiplin ilmu dan teknik.

 

Kegiatan penelitian dan pendidikan di PPNN menekankan pada pentingnya energi, kesehatan, dan makanan yang terkait dengan bidang studi penelitian. Untuk beberpa tahun kedepan, kegiatan PPNN diarahkan untu mencapai status yang unggul pada tingkat nasional dengan indikator kinerja utama yang mengikuti pedoman yang diberikan oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Indikator tersebut melingkupi sejumlah publikasi jurnal internasioan terakreditasi dengan impact factor yang tinggi, mengundang ilmuwan dan guru, kolaborasi industri, dan meluluskan doktor-doktor.

 

Sejak awal, anggota fakultas yang terlibat di PPNN berasal dari latar belakang akademik yang berbeda-beda karena PPNN percaya bahwa dengan meningkatnya kerumitan yang dihadapi oleh masyarakat, pendekatan interdisipliner sangat diperlukan. Oleh karena itu, PPNN diharapkan dapat secara aktif berkontribusi untuk mengatasi solusi terbaik untuk masalah ini. PPNN akan melakukan upaya meyeluruh untuk memelihara kekayaan yang beranekaragam dan dinamis dari latar belakang akademis yang beragam sebagai alat yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan dan memenuhi misinya.

 

Terakhir, PPNN juga percaya bahwa kontribusi signifikan pada masyarakat dapat dicapai juga dengan melakukan kolaborasi sinergis untuk keuntungan bersama.

 

Fokus Penelitian

Penelitian di pusat penelitian nanosains dan nanoteknologi (PPNN) diklasifikasikan menjadi :

  1. Nanoscience: fokus pada desain dan metodologi sintesis dari berbagai jenis nanomaterial fungsional untuk dimanfaatkan sebagai komponen dasar material;
  2. Nanoenergy: fokus pada desain dan fabrikasi dari nanomaterial sebagai katalis, membrane, atau sensitizer dalam perangkat terkait energi;
  3. Nano Biology : fokus pada aplikasi baru dalam mengontrol material secara fisiologi melalui manipulasi molekular genetik dan aplikasi langsung untuk meningkatkan pertanian dan produk pangan lainnya;
  4. Nano medicine: fokus pada pengembangan novel nanokristal sebagai obat atau drugs carrier dengan memanfaaatkan kekayaan sumber daya alam Indonesia;
  5. Nano devices: secara langsung mendesain dan memfabrikasi nanomaterial untuk mendeteksi sifat fisis dari nanomaterial tersebut untuk berbagai kebutuhan

 Aktivitas Penelitian

  1. Pengembangan katalis dan adsorbent
  2. Pengembangan material baru seperti quantum dot, lapisan tipis, dan nanokomposit.
  3. Perhitungan dan komputasi dari nanomaterial
  4. Pengembangan alat karakterisasi
  5. Pengembangan material nano baru dengan sumberdaya alam yang ada di Indonesia
  6. Pengembangan devais CMOS, Optoelektronik, Energi, nanosensor, micromachining, seta nanoelekronik dan nanomagnetik
  7. Pengembangan nanokatalis untuk aplikasinya pada energi fosil
  8. Pengembangan penyimpanan hydrogen dan bahan bakar
  9. Pengembangan sel surya, baterai, biomass, dan devais energy lainnya.
  10. Pengembangan sistem produksi rekombinasi protein.
  11. Pengembangan nano partikel untuk pasca panen pada produk pertanian dan industri pasca panen
  12. Penggabungan bioinformatics dan sistem biologi untuk pengembangan DNA, RNA, dan protein untuk proses molecular assisted breeding
  13. Pengmbangan nanopratikel untuk keamanan kesegatan dan lingkungan
  14. Pengembangan nano biomaterial
  15. Pengembangan nanopartikel untuk eksipien diagnostic, terapeutik, kosmetik, dan makanan.
  16. Pengembangan sistem nanocarrier untuk pembawa obat, vaksin, terapeutik protein, dan senyawa aktif.
  17. Proses pengembangan dan karakterisasi untuk diagnosis, devais medis, nano bioteknologi, dan biomaterial

Riset Unggulan

  • Sel surya berdasarkan DSSC (Dye-Synthesized Solar Cell) dan perovskite
  • Optimasi pembuatan quantum dots superlattice dan aplikasinya pada devais elektronik
  • Perkembangan nanoemulsi kationik sebagai sistem pembawa berbagai senyawa aktif untuk terapi bertarget ke dalam sel (intercellular targeting)
  • Studi komputasi dan karakterisasi jahe untuk pangan

Penerapan Hasil Penelitian (Paten & Publikasi)

Paten:

  1. Material silika mesopori KCC-1 untuk katalis dan penyangga katalis menggunakan benzalkonium klorida serta metode pembuatan material tersebut secara solvotermal menggunakan bejana plastik.
  2. Reaktor Termal Berkelanjutan (CTR) Sebagai Alat Uji Katalitik Pada Katalis Enhanced Oil Recovery (EOR) Dan Metode Uji Katalitik Menggunakan Reaktor Tersebut, Ferry Iskandar, Lesandre, Hilman Imadul Umam, Nur Afifah Zen, Indonesian Patent Application No. P002011803245, 3 Mei 2018.
  3. Material Karbon Partikel yang Digunakan untuk Menyerap Sinar UV Sekaligus Inframerah Dekat dan menghasilkan Cahaya Tampak Sekaligus Panas dan Metode Sintesisnya, Ferry Iskandar,  Akfiny Hasdi Aimon, Suci Khairani, Fitri Aulia Permatasari, Indonesian Patent Application No. P00201804987, 11 Juli 2018.
  4. Material Grafena Tereduksi Menggunakan L-Ascorbic Acid (LAA) dan Pemanasan Microwave Sebagai Agen Pereduksi untuk Fabrikasi Film Konduktif Transparan, Akfiny Hasdi Aimon, Dina Rahmawati, Ferry Iskandar, Indonesian Patent Application No. P00201809878, 30 Nopember 2018.
  5. Material Zeolite Berukuran Nanometer dan Metode Pembuatannya Menggunakan Bantuan Gelombang Mikro dan Ultrasonik sebagai Katalis dalam Reaksi Aquathermolysis untuk Menurunkan Viskositas Minyak Berat, Ferry Iskandar, Nur Afifah Zen, Akfiny Hasdi Aimon, Indonesian Patent Application No. P00201809884, 30 Nopember 2018

 Publikasi:

Pusat Penelitian Produk Budaya dan Lingkungan

Kepala PP : Muhammad Ihsan D.R.S.A.S., S.Sn., M.Sn.
Alamat : Gd. Litbang Integrasi dan Aplikasi (PAU) Lantai 4
Jl. Tamansari No. 126, Bandung 40132, Indonesia

No. Tlp : (022) 2515029
Email : ihsan@fsrd.itb.ac.id ; pbl@lppm.itb.ac.id

Website : pppbl.lppm.itb.ac.id

 

Pada tanggal 30 Desember 2005, berdasarkan SK nomor 296/SK/K01/OT/2005 dibentuk Pusat Penelitian Seni Rupa dan Desain (PP SRD) yang dikepalai oleh Prof. Dr. Setiawan Sabana, MFA. Pada tanggal 1 februari 2011, melalui SK nomor : 054/SK/I1/KP/2011 nama Pusat Penelitian Seni Rupa dan desain diganti menjadi Pusat Penelitian Produk Budaya dan Lingkungan (PP PBL). Perubahan nama ini diharapkan agar penelitian-penelitian yang dilakukan dapat lebih luas jangkauannya (lintas Fakultas melalui KK dan Prodi), dan dapat melakukan jejaring dengan bidang-bidang lain yang masih terkait dengan road map PP PBL. Melalui SK tersebut juga kepala PP PBL menjadi Drs. Budi Isdianto M.Sn hingga tahun 2017 yang digantikan oleh Dr. Muhammad Ihsan, M.Sn.

 

Visi

Sejahtera melalui  kreatifitas  berbasis  budaya

 

Misi

  • Mengembangkan pengetahuan dan kepakaran Seni dan Desain yang berbasis kepada kekayaan sumberdaya Nasional.
  • Meningkatkan daya saing produk dan jasa kreatif melalui pemanfaatan sumberdaya Nasional secara berkelanjutan.
  • Mendorong penumbuhan dan pengembangan industri kreatif di masyarakat, melalui penumbuhan aktifitas kultural.
  • Menjalin dan mengembangkan kerjasama penelitian dan pengembangan, baik dalam skala Nasional maupun Internasional.

Fokus penelitian

Fokus penelitian dirumusakan dalam beberapa kelompok diantaranya:
1. Fokus penelitian pada Material

  • Bambu, Rotan serta Rumput-rumputan, dan material lainnya.

2. Fokus penelitian pada Teknologi Tepat guna

  • Pembuatan peralatan yang dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja

3. Fokus penelitian pada pengembangan industri kreatif

  • Industri kreatif dengan berlandaskan Budaya

Aktivitas penelitian

Penelitian-penelitian yang dilakukan lebih kepada kajian-kajian baik secara teoretis atau menghasilkan karya dengan lingkup:

  • Seni dan artistik
  • Seni dan estetika
  • Seni dan Pengkurasian
  • Desain dan artifak
  • Desain dan material
  • Desain dan System
  • Desain dan budaya visual
  • Desain dan kebiasaan
  • Desain dan informasi

Selain penelitian-penelitian yang sudah dianggarkan, PP PBL juga melakukan penelitian-penelitian lain seperti pengembangan-pengembangan produk bekerjasama dengan lembaga lain baik dengan lembaga pemerintahan daerah atau swasta yang merupakan implementasi dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan

 

Riset Unggulan

Sejalan dengan road map yang disusun, maka terdapat beberapa riset unggulan, yang setiap tahun secara rutin dilakukan pengembangan-pengembangan, diantaranya:
1. Penelitian tengang material alam;
Material Bambu

Penelitian dengan menggunakan material bambu sudah dilakukan sejak tahun 2008 hingga sekarang. Mulai dari pemanfaatan bambu untuk pengembangan produk kerajinan, serat bambu untuk kain, hingga pemanfaatan daya lentur bambu untuk digunakan pada kaki palsu yang digabung dengan teknologi 3D printing.

 

Penelitian tentang bambu ini cukup intens dilakukan bahkan PP PBL melalui LPPM ITB sudah bekerjasama dengan Kecamatan Sela Awi Garut, membuat laboratorium lapangan yang dapat digunakan baik oleh mahasiswa atau dosen ITB serta masyarakat pengrajin bambu di Kecamatan Sela Awi.

 

Material Pelepah Pinang

Penelitian tentang pelepah pinang diawali tahun 2017 dengan riset awal membuat alat press panas untuk mengubah pelepah pinang menjadi wadah-wadahan, hingga sekarang masih berjalan menuju industrialisasi di beberapa lokasi di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan.

 

Material lain

Penelitian tentang pemanfaatan materil ini juga terus dilakukan pada material lainnya seperti pelepah jagung, kayu, dan material alam lainnya.

 

2. Penelitian tentang industri kreatif

Penelitian yang berhubungan dengan industry kreatif ini lebih kepada kajian-kajian yang mengaplikasikan dari keilmuan seni rupa dan desain pada masyarakat, seperti penelitian tentang managemen, pasar, dan karakter visual yang dapat diaplikasikan pada material-material yang digunakan.

 

Penerapan hasil penelitian

Beberapa penelitian sudah dapat diterapkan di masyarakat diantaranya :

  1. Penelitian material batang salak yang dilakukan mulai dari kajian terhadap material, pengembangan alat pendukung, pengembangan workshop industri kecil di Tasikmalaya hingga pemasaran baik melalui online dan offline
  2. Penelitian material bambu di Kecamatan Sela Awi mulai dari analisis masyarakat, produk unggulan sampai pengembangan IKM baru yang siap direplikasi di desa-desa lainnya
  3. Penelitian material pelepah pinang di Jambi yang siap diaplikasikan di beberapa desa di Tanjung Jabung Barat Jambi.
Pusat Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi

Kepala PP : Dr. Ary Setijadi Prihatmanto, ST., MT.

Alamat : 4th Floor, Gd. Litbang Integrasi dan Aplikasi (PAU)
Jl. Tamansari No. 126, Bandung 40132, Indonesia
Phone : +62-22-4254034
Fax : +62-22-2508763
Website : pptik.itb.ac.id

 

Pusat Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi (PPTIK) ITB dibentuk pada akhir tahun 2004 berdasarkan SK Rektor No. 174/SK/K01/OT/2004 sebagai organisasi program yang diberi mandat untuk menyelenggarakan dan mendukung Program Penelitian Unggulan ITB dalam kerangka menjamin efisiensi proses akumulasi pengetahuan dan pengalaman dalam kecendekiaan integrasi dan aplikasi,  serta menjamin efisiensi alokasi dan distribusi sumber daya dalam penerapannya.

 

Hingga usianya yang ke-15 tahun ini, PPTIK telah menjalin kerjasama antara ratusan mitra dalam dan luar negeri, menginisiasi kerjasama berbasis komunitas di berbagai bidang aplikasi, dan menghasilkan puluhan prototipe state-of-the-art pada skala lab maupun skala produksi sebagai dasar nyata dari kerjasama-kerjasama tersebut.

 

Dalam setiap bidang yang dikerjakan, PPTIK selalu berangkat dari analisa segitiga People-Process-Technology untuk memastikan ketiga elemen tersebut berada pada kesetimbangan yang harmonis. PPTIK percaya bahwa pada saat ini, teknologi telah sampai pada titik yang memungkinkan untuk mendukung variasi bentuk proses apapun yang mendukung ketersediaan sumber daya manusia yang ada untuk menghasilkan aktivitas yang optimal.

 

 

Untuk mensiasati tantangan masa ini dengan dibantu oleh pesatnya demokratisasi pengetahuan & teknologi, keberadaan komunitas terkait menjadi sangat penting. Kapasitas penerapan teknologi sebagai mediator untuk mencapai tujuan akan sangat bergantung pada seberapa besar komunitas yang terkait, dalamnya kompleksitas pembagian peran dengan tetap memastikan peran-peran tadi berada mampu direalisasikan dengan baik oleh setiap individu dengan derajat redundansi fault tolerant yang memadai. Dalam setiap persoalan yang dihadapi, PPTIK dengan bertumpu pada teknologi mencoba menjadi perekat dari berbagai pihak yang terkait untuk memastikan tujuan dapat dicapai dengan optimal.

 

Sebagai pusat penelitian dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, kegiatan penelitian PPTIK berpusat pada bagaimana mengintegrasikan teknologi-teknologi terkini seperti Internet of Things  dan Human-Content Interaction untuk menghasilkan informasi secara masif namun tetap terjangkau, menyalurkan informasi tersebut ke sistem penyimpanan dan pengolahan untuk dapat disimpan, diolah menjadi informasi baru yang lebih kaya, dan hasil dari proses pengolahan tersebut selanjutnya dapat disampaikan kepada pengguna atau diteruskan kembali ke sistem secara tepat guna dan tepat waktu.

 

Integrasi antara dunia fisik yang dan dunia maya (Cyber-Physical System) tersebut saat ini terjadi pada intensitas yang tidak terbayangkan sebelumnya. Jumlah informasi yang diperoleh dari sensor saat ini sangat-sangat besar dan dengan variasi yang sangat-sangat beragam (Big-Data), sehingga membutuhkan proses penyimpanan dan penerimaan kembali yang mampu menangani informasi pada jumlah sebesar itu. Proses pengolahannya pun tidak lagi mampu dilakukan dengan cara-cara yang biasa dan membutuhkan mesin yang mampu mengolah informasi baru tanpa perlu campur tangan manusia terlalu banyak (Artificial Intelligence).

 

Tetap dalam konteks keserasian segitiga People-Process-Technology, PPTIK membangun sistem unik yang memproses informasi dalam semua persoalan yang dihadapi dalam konteks di atas. Sistem yang diberi nama ITB Smart Platform dirancang untuk dapat menyimpan dan memproses informasi dalam bentuknya yang beragam, dalam jumlah yang banyak dan dapat ditingkatkan kapasitasnya dengan mudah. Sistem tersebut juga dirancang berdasarkan arsitektur otak manusia, sehingga memungkinkan pemrosesan data secara paralel, dan dapat menggunakan algoritma kecerdasan buatan apapun yang dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu masalah.

 

PPTIK ITB telah dan sedang menerapkan dan menguji sistem tersebut dalam berbagai bidang penerapan yaitu di bidang transportasi, kesehatan, pendidikan, komersial, pertahanan dan keamanan, dll. Semua aplikasi tersebut juga sedang dalam proses penerapan dan pengujian pada berbagai skala informasi: level unit, level daerah, dan level nasional.

 

Produk penelitian PPTIK antara lain:

(1) Face, Object, and Voice Detector

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(2) Semut App

 

 

 

 

 

 

 

 

(3) Streaming Radio Bandung (http://radio-bandung.lskk.ee.itb.ac.id/)

EnglishIndonesia