Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Pusat Penelitian Mitigasi Bencana

Pusat Penelitian Mitigasi Bencana

Kepala PP : Prof. Ir. Iswandi Imran, MAS.c, Ph.D

 

Alamat: Gedung PAU ITB Jl. Ganesha 10 Bandung 40132
Website: http://ppmb.itb.ac.id/

E-mail: iswandi@si.itb.ac.id

 

Pusat Penelitian Mitigasi Bencana (PPMB ITB) dimulai dari pembentukan Kelompok Penelitian dan Pengembangan Mitigasi Bencana (KPPMB) pada tanggal 10 Januari 2003 serta berganti nama menjadi Pusat Mitigasi Bencana pada tahun 2005. Pada tahun 2011 dilakukan perubahan status dari Pusat Mitigasi Bencana menjadi Pusat Penelitian Mitigasi Bencana. Berdasarkan kebijakan ITB, Pusat Penelitian dalam struktur Institut Teknologi Bandung memiliki kewenangan dan tanggung jawab yang lebih luas. Pusat Penelitian Mitigasi Bencana ITB dibentuk dengan harapan dapat berperan dalam merespon kebutuhan nasional untuk mengurangi risiko bencana dengan melakukan upaya berkesinambungan dalam bidang Pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

 

Fokus Penelitian

Fokus penelitian PPMB-ITB selama ini adalah sebagai berikut:

  1. Identifikasi bahaya (Hazard) dan besaran bahaya-bahaya alam (Natural Hazard)
  2. Kajian-kajian mengenai tingkat kerentanan dan atau risiko suatu kota/wilayah terhadap berbagai jenis hazards sehingga mampu mengantisipasi, menanggapi ancaman bencana dan mengurangi risikonya
  3. Pengembangan model dan metodologi di bidang mitigasi bencana yang dapat menjadi pijakan dalam perumusan kebijakan penanggulangan bencana dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan.

Aktivitas Penelitian

Sesuai dengan amanat Tri-Dharma perguruan tinggi, PPMB memiliki tiga bidang kegiatan utama yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dengan fokus utama dibidang penelitian. Aktivitas penelitian PPMB selama ini dilakukan dengan menggunakan modal dasar yang dimiliki yaitu sebagai berikut:

  1. peneliti-peneliti senior,
  2. track record dan jejaring (networking) yang relevan baik dari dalam dan luar negeri,
  3. tema riset yang sesuai dengan agenda riset ITB,
  4. laboratorium, software dan perpustakaan serta
  5. mahasiswa paska sarjana dari berbagai jurusan.

Seluruh aktivitas penelitian PPMB dilatar belakangi oleh berbagai kejadian bencana yang terjadi di Indonesia yang telah mengakibatkan kehilangan jiwa serta kerugian material serta mempengaruhi sektor ekonomi dan pembangunan. Melalui aktivitas penelitian ini, diharapkan PPMB dapat memberikan kontribusi untuk  mengurangi risiko bencana pada masa mendatang.  Sebagai arah dalam melakukan aktivitas penelitian, PPMB telah membuat roadmap penelitian seperti ditunjukkan pada gambar berikut ini:

 

 

Riset Unggulan

Riset unggulan PPMB telah dilakukan sejak tahun 2011. Sesuai dengan fokus riset ITB 2010-2020 (SK Senat Akademik No.20/SK/K01-SA/2010) infrastruktur, mitigasi bencana dan kewilayahan merupakan salah satu fokus penelitian ITB dari 7 fokus penelitian yang ada sebagai upaya berperan serta menegakkan kemandirian dalam IPTEKS.

 

Secara umum, riset unggulan yang dilakukan oleh PPMB bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan peran PPMB dalam upaya pengurangan risiko bencana melalui kegiatan penelitian baik murni maupun terapan
  2. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan dan rekomendasi khususnya bagi kebijakan penanggulangan bencana dalam rangka pembangunan yang berkesinambungan, didasarkan pada hasil penelitian murni dan terapan,
  3. Melakukan sosialisasi aktif hasil penelitian guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi bencana baik bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia dan meningkatkan kapasitas mereka dalam menghadapinya.

Beberapa judul riset unggulan yang selama ini sudah dilakukan antara lain (2017-2018):

  1. Kinerja Rangkaian Elemen Struktur Balok Kolom Yang Di Retrofit Setelah Mengalami Kerusakan Parah Akibat Simulasi Gaya Gempa
  2. Sistem Instrumentasi Simulator Surya Terkontrol dengan Intensitas Konstan yang Stabil untuk Pengujian Sistem Pemanenan Energi Matahari
  3. Analisis Seismisitas dan Potensi Gempabumi sepanjang Segmen Sesar Palu Koro, Sulawesi Tengah
  4. Perhitungan Horizontal Vertical Spectral Ratio (HVRS) untuk Analisis Kerentanan Bahaya Gempabumi di Sesar Lembang
  5. Pengembangan Model Diseminasi Informasi Bencana Gempabumi bagi Komunitas Pendidikan
  6. Penentuan Batas Mikro Kontinen dengan Pendekatan Geokimia dan Tomografi Serta Implikasinya Terhadap Letusan Eksplosif Gunungapi di Masa Mendatang
  7. Studi Pembuatan Peta Transisi Periode Panjang (Tl) Untuk Usulan Revisi Grafik Spektrum Respons Desain Yang Ada Di Standar Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung Dan Non Gedung Sni 1726-2012 Berdasarkan Data Dan Parameter Sumber Gempa 2016;
  8. Sistem Instrumentasi Pembangkit Gelombang Untuk Kalibrasi Sistem Pengukur Tinggi Muka Air;
  9. Analisis Potensi Gempabumi Dan Stress Heterogeneity Sepanjang Segmen Sesar Sumatera Bagian Tengah;
  10. Kajian Komparatif Sistem Kelembagaan Penanggulangan Bencana Dan Evolusinya di Indonesia dan Negara-Negara Asean Lainnya;
  11. Pengaruh Keberadaan Tempat Evakuasi Sementara (TES) Terhadap Tingkat Kepercayaan Masyarakat Untuk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana Tsunami; dan lain sebagainya.

Riset unggulan yang telah dilakukan menghasilkan paper-paper yang dipublikasi dalam jurnal internasional terindeks, jurnal ITB, prosiding internasional dan nasional. Selain itu, riset unggulan telah melibatkan mahasiswa S1, S2, dan S3 dimana data-data dalam riset unggulan dimanfatkan sebagai sumber skripsi, tesis dan atau disertasi mahasiswa serta bahan penulisan paper baik dalam makalah nasional maupun internasional. Keterlibatan beberapa Kelompok Keahlian (KK) dalam riset unggulan juga secara langsung dapat meningkatkan perkembangan keilmuan-keilmuan terkait bencana dari berbagai fakultas dan sekolah di ITB.

 

Pada tahun 2019 ini, PPMB memperoleh kepercayaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menjadi Pusat Unggulan IPTEK dengan nama Pusat Sains dan Teknologi Kegempaan.

 

Penerapan Hasil Penelitian

Melalui berbagai kegiatan penelitian yang telah dilakukan terkait mitigasi bencana, PPMB telah menghasilkan berbagai output antara lain dalam bentuk peta bahaya, peta kerentanan, peta risiko, pedoman teknis dan ringkasan kebijakan. Output-output ini menjadi dasar untuk penerapan upaya pengurangan risiko bencana serta menjadi input/rekomendasi bagi kebijakan pemerintah terkait mitigasi bencana baik di tingkat nasional dan lokal. Output penelitian berupa “Peta Gempa Bumi Indonesia” misalnya, menjadi input untuk mendefinisikan standar kode bangunan di Indonesia. Sementara hasil penelitian lainnya yang bermanfaat untuk pengembangan kebijakan dan perencanaan antara lain:

  1. Pengembangan Masterplan Mitigasi Gempa Bumi (2012)
  2. Berkontribusi dalam pengembangan Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) (2016)
  3. Pengembangan Model Gerakan Nasional untuk Pengurangan Risiko Bencana (2017)
  4. Pengembangunan Kode Desain Nasional untuk Geo-teknik dan Gempa Bumi (2016)
  5. Pemutakhiran Peta Sumber dan Bahaya Gempa Nasional (2010 & 2017)
  6. Revisi dan Pembaharuan kode desain tahan gempa untuk bangunan (2012), untuk Jembatan (2015), untuk Bendungan (2016), dan lainnya
  7. Kontribusi pada Rencana Induk Nasional untuk Penanggulangan Bencana (RIPB) 2045, khususnya terkait Gempa Bumi (2018)
  8. Penyusunan Pedoman Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah dalam Penanganan Darurat Bencana 2018
  9. Penyusunan Pedoman KKN Tematik Pengurangan Risiko Bencana 2018
  10. Penyusunan Blue Print Provinsi Jawa Barat untuk Ketangguhan Bencana 2019-2024
  11. Kaji Cepat Kerusakan Pasca Bencana Gempa Bumi Palu dan Lombok untuk Rekomendasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi
  12. Pengembangan Pedoman Mitigasi Bencana untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Indonesia (2019) dan sebagainya

Berbagai output dan hasil penelitian PPMB tersebut merupakan pencapaian PPMB yang meningkatkan kredibilitas sehingga PPMB dapat memperoleh kepercayaan dari berbagai lembaga baik di tingkat nasional dan internasional.

EnglishIndonesia