Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi

Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi

Kepala PP : Dr. Elfahmi, S.Si., M.Si.

 

Alamat :
2nd Floor, Gd. Litbang Integrasi dan Aplikasi (PAU)
Jl. Tamansari No. 126, Bandung 40132, Indonesia
Phone : +62-222534115 /+62-22-2534116 / +62-22-2509165
Fax : +62-222534115
Email : hayati@hayati.itb.ac.id; admin@biotech.itb.ac.id
Website : www.biosainsbiotek.itb.ac.id

 

Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi atau yang disingkat dengan PPBB (Biosciences and Biotechnology Research Center, BBRC) adalah salah satu pusat penelitian di lingkungan Institut Teknologi Bandung dengan koordinasi di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITB dan Wakil Rektor Bidang Riset, inovasi dan Kemitraan (WRRIM).

 

PPBB dibentuk melalui Surat Keputusan Rektor ITB yang ditanda tangani oleh Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Organisasi (WRSO) tertanggal 14 November 2014 dengan nomor SK: 820/I1.B03/KP/SK/2014 tentang penggabungan Pusat Penelitian Pangan, Kesehatan dan obat-obatan (PPPKO) dan Pusat Ilmu Hayati (PIH) menjadi Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi.

 

Sejak penggabungan PPPKO dan PIH Hayati, maka fokus penelitian juga diarahkan untuk pengembangan topik riset yang relevan dengan kedua pusat tersebut. Walaupun proses penggabungan dan pemberian nama baru dilakukan pada tahun 2014, namun PPBB telah mempunyai sejarah dan suasana riset yang sudah berkembang cukup lama sejak berdiri dengan nama Pusat Antar Universitas (PAU). PAU Ilmu Hayati dan dan PAU Bioteknologi awalnya dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen DIKTI) pada tahun 1986 dengan dukungan pendanaan dari Bank Dunia.

 

Periode awal aktivitas PAU, di samping melakukan riset unggulan, juga melakukan pengembangan SDM peneliti dengan mengirimkan staf di PAU untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral. Pada saat ini beberapa dari para peneliti tersebut telah menjadi dosen di ITB dan mencapai karir akademik tertinggi yaitu sebagai Guru Besar. Pada tahun 1997, dilakukan pengalihan status PAU dari Ditjen DIKTI ke ITB. Di dalam perjalanannya PAU Bioteknologi telah mengalami perubahan nama dan topik riset beberapa kali.

 

Sebagai sebuah Pusat Penelitian di bawah ITB, maka PPBB biotek telah, sedang dan secara terus menerus berusaha menjadi sebuah center of excellent yang menghasilkan luaran riset dalam bentuk pengembangan keilmuan, teknologi dan produk yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat banyak di berbagai segmen kehidupan. Usaha ini merupakan wujud tanggung jawab PPBB dalam berkontribusi untuk kemanjuan ITB dan bangsa Indonesia. Dalam mewujudkan cita-cita, PPBB merumuskan visi dan misi sebagai berikut:

 

Visi:

Center of Excellence penghasil produk riset unggulan dan andalan nasional di bidang biosains dan bioteknologi yang teraplikasi di masyarakat dan industri.

 

Misi:

Melaksanakan riset unggulan di bidang biosains dan bioteknologi, dalam rangka dan upaya pengembangan produk, penguasaan iptek strategis, fasilitasi dan pelatihan riset serta pendampingan teknologi bagi masyarakat dan industri.

 

Topik riset yang menjadi penelitian unggulan PPBB dikelompokkan dalam 3 klaster yang didukung oleh laboratorium-laboratorium terkait. Ketiga klaster tersebut yaitu:

  1. Riset Inovasi pemanfaatan bahan alam bagi kesehatan, pangan dan nutrisetikal

Topik riset ini didukung oleh beberapa laboratorium diantaranya Lab. Mikologi, GeoMikrobiologi, Farmakologi dan Toksikologi, Bahan Alam, Kultur Jaringan, Rekayasa Tanaman, Nanomaterial, Bioproses dan Lab tanaman transgenik (plant Genetic Modified Organsim_GMO)

 

Beberapa contoh penelitian unggulan di laboratorium-laboratorium di lingkungan PPBB yang termasuk dalam klaster ini diantaranya:

  • Pengembangan obat herbal Indonesia untuk beberapa indikasi penyakit seperti menurukan asam urat, antihipertensi, antikolesterol, dan antimikroba
  • Enkapsulasi senyawa aktif dari tanaman obat dalam bentuk polimer nanoserat menggunakan
  • Pengembangan sistem manajemen pasca panen dengan menggunakan nantomaterial TiO2 pada pisang sebagai model
  • Pengembangan produk kosmetik berbasis bahan alam seperti sampo, krim untuk scin care
  • Pengembangan senyawa marker untuk control kualitas dan standardisasi obat herbal
  • Pengembangan produk nuatrasetikal
  • Pabrikasi nanoserat ekstrak daun teh hijau dalam matriks polimer untuk aplikasi biomedis menggunakan pemintal elektrik tanpa jarum
  1. Riset untuk produksi enzim, vaksin dan protein terapeutik

Topik riset ini didukung utamanya oleh Lab Rekayasa Genetika, Biokatalis, dan Lab Bioteknologi.

Beberapa contoh penelitian unggulan dalam klaster ini diantaranya:

  • Pembuatan hybrid collection preliminary untuk pengembangan antibody monoclonal bagi terapi hepatitis B.
  • Pengembangan kit diagnostic untuk deteksi hepatitis.
  • Interaksi α-amilase dari Saccharomycopsis fibuligera R64 (SfamyR64) dengan pati mentah secara biokimia dan spektroskopi Surface Plasmon Resonances (SPR) dan membandingkan kemampuan interaks iSfamy R64 wild type dengan mutan N224Q yang tidak memiliki sisi glikosilasi pada C-terminal
  1. Riset Bioteknologi untuk kesahatan, pangan, lingkungan dan energi

 

 

 

 

 

 

 

 

Topik riset ini didukung oleh Lab Biokonversi, Bioteknologi Lingkungan, Bioremediasi  Lingkungan.

Beberapa contoh penelitian unggulan dalam klaster ini diantaranya:

  • Produksi bioetanol dari akar wangi (Vetiveria zizanioides) sebagai fitoremediasi pada lahan belas tambang bauksit
  • Rekayasa gen kunci pada produksi obat antimalarial Artemisinin dari tanaman Artemisia annua.
  • Studi degradasi senyawa pewarna tekstil menggunakan enzim laccase dari Marasmielus palmivorus dengan metode high-throughput screening

Penerapan hasil penelitian dikategorikan dalam bentuk publikasi ilmiah pada jurnal nasional dan internasional, diseminasi pada seminar nasional dan internasional, hak kekayaan intelektual (HKI) dan atau paten, serta produk yang mempunyai potensi untuk dikomersialisasikan. Setiap tahun PP Biosains dan Bioteknologi mempublikasi hasil penelitian yang dilakukan di PPBB serta kerjasama dengan Pusat/Pusat Penelitian atau Fakultas/Sekolah di ITB atau institusi lain di luar ITB dan institusi luar negeri.

 

Hasil penelitian yang berpotensi mendapatkan HKI atau Paten juga target capaian PPBB. Di samping itu PPBB secara aktif melakukan pelatihan atau workshop terkait dengan penelitian sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dilakukan di PP BB dan dapat ditularkan kepada peneliti lainnya dari seluruh Indonesia.

 

Beberapa hasil riset dalam bentuk produk yang beberapa diantaranya dengan status berpotensi untuk dikomersialisasikan; pada tahap akhir riset dengan Tingkat Kesiapan Teknologi berkisar antara 6-8. Beberapa diantaranya masih dalam proses riset. Berepa contoh produk yang dikembangkan di PP BB sebagai berikut:

  • Beberapa jenis jamur untuk konsumsi
  • Kandidat obat herbal untuk pengobatan beberapa penyakit seperti antidiabetes, anti rematik, antikolesterl, obat jerawatc
  • Produk kosmetik berbahan alam seperti sampo dank rim pemutih kulit yang berasal dari bahan alam
  • Beberapa senyawa marker untuk standardisasi dan control kualitas obat herbal
  • Kit diagnostic untuk deteksi penyakit hepatitis B
  • Instrumentasi untuk pembuatan sedian atau produk nanoserat terutama untuk bahan alam atau senyawa murni yang diisolasi dari bahan alam
  • Dan lain – lain

Dalam melaksanakan aktivitas penelitian PP BB secara aktif mejalin kerjasama dengan berbagai institusi dalam dan luar negeri untuk mendapatkan hasil penelitian yang berkualitas. PP BB sangat terbuka untuk kerjasama dalam berbagai bentuk terutama untuk tujuan komersialisasi hasil-hasil penelitian sehingga dapat bermanfaat lebih banyak bagi masyarakat, bangsa dan Negara.

EnglishIndonesia