Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Kepala Pusat : Dr. Ir. Heru Purboyo Hidayat Putro, DEA

 

Alamat :
Gd. Litbang Integrasi dan Aplikasi (PAU) Lantai 3
Jl. Tamansari No. 126, Bandung 40132, Indonesia
Tlp/Fax : 022-2506285 / 022-2534272
Email : p2par@p2par.itb.ac.id; p2par@elga.net.id;
Website : www.p2par.itb.ac.id

 

Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan (P-P2Par) merupakan pusat penelitian yang memfokuskan kajian penelitian di bidang kepariwisataan. P-P2Par diharapkan dapat berperan menjadi pusat inkubasi dan desimenasi keilmuan kepariwisataan serta menjadi agen perencanaan kepariwisataan yang dapat memberikan sumbangsih nyata bagi proses perencanaan dan pengembangan kepariwisataan di Indonesia. Selain itu P-P2Par diharapkan dapat menjadi simpul keterlibatan seluruh potensi ahli yang memiliki latar belakang keilmuan yang beragam di lingkungan ITB untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan penelitian, pengabdian dan berbagai kegiatan akademik lainnya di bidang kepariwisataan.

 

Pada awal berdirinya di tanggal 19 agustus tahun 1993 lembaga penelitian ini bernama Pusat Pengembangan dan Penelitian Kepariwisataan, kemudian berubah menjadi Pusat Kepariwisataan di tahun 2005 dan akhirnya pada tahun yang sama kembali berubah menjadi Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan (P-P2Par) hinga saat ini. Meski perubahan nomenklatur terjadi beberapa kali namun akronim P2Par tetap dipertahankan untuk menjaga identitas awal serta karena alasan akronim P2Par sudah dikenal luas oleh berbagai kalangan selama ini.

 

P-P2Par dalam mengemban tanggung jawab pengembangan kepariwisataannya memiliki visi dan misi. Visi P-P2Par yaitu : “Simpul pengetahuan kepariwisataan yang memiliki keunggulan dalam ranah teoritik dan aplikatif di tingkatan/paras nasional dan regional”. Sementara itu dalam mewujudkan visi tersebut P-P2Par menjabarkannya dalam beberapa misi, yaitu:

  • Mengembangkan ilmu pengetahuan teknologi dan seni di bidang kepariwisataan melalui penelitian dasar dan terapan dalam berbagai aspek kritikal untuk menjawab berbagai tantangan kepariwisataan yang berkelanjutan bagi kesejahteraan umat manusia;
  • Menghimpun dan menyebarluaskan data, informasi dan ilmu pengetahuan di bidang kepariwisatan bagi akademisi dan pengambil keputusan di sektor publik dan swasta;
  • Menunjang bidang keahlian kepariwisataan baik akademik maupun profesional, melalui pengembangan pendidikan formal dan non formal yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dari waktu ke waktu;
  • Menunjang industri kepariwisataan melalui pengembangan produk-produk pariwisata yang inovatif;
  • Menyediakan kesempatan seluas-luasnya kepada civitas akademika ITB untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan di bidang ilmu kepariwisataan.

Dalam menjalankan misi tersebut P-P2Par bermitra dengan pemerintah usat melalui beberapa kementerian khususnya Kementerian Pariwisata, berbagai Pemerintah Daerah dari Sabang samapai Merauke, Organisasi non pemerintah, BUMN, Lembaga Penelitian Pariwisata dari berbagai universitas, UNDP, UNESCO, dan berbagai pihak lainnya.

 

Selama 26 Tahun keberadaan P-P2Par di lingkungan ITB dan terlibat aktif dalam proses pembangunan kepariwisataan nasional, P-P2Par telah dipimpin oleh beberapa sosok yang mempunyai keahlian dari berbagai latar belakang disiplin ilmu yang mempunyai komitmen terhadap pengembangan kepariwisataan. Beberapa sosok tersebut secara berurutan sesuai masa kepemimpinannya adalah sebagai berikut:

  • Dr. Ir. Myra P Gunawan, M.T. (1993-1999)
  • Dr. Oerif S Santoso, M.Sc. (1999-2003)
  • Dr. Ir. Rini Raksadjaya, MSA. (2003-2006)
  • Ir. Bambang Hermanto, M.Sc., M.M. (2006-2008)
  • Dr. Ir. Budi Brahmantyo, M.Sc. (2008-2012)
  • Ir. Budi Faisal, MAUD., M.L.A., Ph.D. (2012-2017)
  • Dr. Ir. Budi Brahmantyo, M.Sc. (2018-2018)
  • Ir. Budi Faisal, MAUD., M.L.A., Ph.D. (2018-2018)
  • Dr. Heru Purboyo Hidayat Putro, DEA. (2018-sekarang)

Fokus Penelitian
Fokus penelitian P-P2Par saat ini adalah terkait dengan perencanaan kepariwisataan di berbagai tingkatan, khususnya rencna induk pembangunan kepariwisataan yang dikerjasamakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Selain itu, secara khusus P-P2Par juga melakukan berbagai fokus kajian terkait dengan pariwisata halal, geowisata, daya dukung daya tarik wisata, pariwisata pusaka (heritage tourism), serta dampak pengembangan pariwisata.

 

Sebagai bagian dari institusi akademik, P-P2Par juga melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. salah satu yang dilakukan adalah dengan melakukan pengabdian di berbagai desa wisata yang ada di Jawa Barat melalui berbagai kegiatan aplikatif.

 

Aktivitas Penelitian

Aktivitas penelitian P-P2Par dilakukan lebih banyak untuk mendukung pengembangan kepariwisatan daerah, khususnya terkait dengan penyusunan perencanaan kepariwisataan daerah baik Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi (Ripparprov) maupun Rencana Induk Pembangunan kepariwisataan Kabupaten/Kota (Ripparkab/Kot). Selain itu, penelitian terkait dengan pengembangan taman bumi (geopark) juga menjadi area penelitian yang tengah secara aktif dilakukan.

 

Saat ini P-P2Par juga mengelola jurnal internasional “ASEAN Journal on Tourism and Hospitality” yang terbit dua kali dalam satu tahun, buletin “Warta Pariwisata” yang terbit tiga kali dalam satu tahun serta buku “Pariwisata Indonesia”. Media tersebut terbit dalam usaha menjembatani para peneliti pariwisata baik yang berasal dari internal ITB maupun dari luar untuk mengkomunikasikan hasil penelitian dan pemikirannya kepada masyarakat luas.

 

Riset Unggulan
Riset unggulan yang tengah dan akan dilaksanakan oleh P-P2Par antara lain adalah terkait dengan:

  • Taman Bumi (geopark)
  • Pariwisata halal
  • Perencanaan Kepariwisataan Daerah

Penerapan Hasil Penelitian

Penelitian yang dilakukan oleh P-P2Par selama ini lebih banyak dilakukan melalui kerjasama dengan berbagai daerah di seluruh Indonesia. Oleh karena itu penerapannya di lapangan dilakukan oleh pemerintah daerah dalam mendukung upaya percepatan pembangunan kepariwisataan di daerahnya masing-masing. Sementara itu hasil penelitian yang bersifat mandiri penerapannya dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan desa wisata, pengelola kawasan pariwisata dan pemangku kepentingan lainnya.

EnglishIndonesia