Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Pusat Studi Lingkungan Hidup

Pusat Studi Lingkungan Hidup

Kepala Pusat : Prof. Dr. Ir. Tjandra Setiadi, M.Eng

Alamat : Jl. Sangkuriang 42 A, Bandung 40135, Indonesia
Tlp/Fax : 022-2500606/022-2504602
Email : pslh_itb@yahoo.com
Website : www.pslh.itb.ac.id / www.crecpi.itb.ac.id

 

Pusat Studi Lingkungan Hidup ITB (PSLH-ITB) dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Rektor ITB pada bulan Mei 1979 tentang pembentukan Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) di Institut Teknologi Bandung. Selanjutnya, ruang lingkup tugas PSLH-ITB diatur melalui Surat Keputusan Rektor ITB tanggal 20 Agustus 1979. Menyesuaikan dengan pembenahan organisasi internal ITB, pada tahun 1983 PSLH berganti nama menjadi Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) dan merupakan salah satu dari 12 pusat penelitian dibawah Lembaga Penelitian (LP) ITB.

 

Sejalan dengan perubahan status ITB menjadi ITB-BHMN (PP 155/2000) dilakukan restrukturisasi kelembagaan pusat-pusat penelitian di lingkungan ITB. Berdasarkan Surat Keputusan Rektor  ITB Nomor 007/SK/01/K01/ OT/2003 tertanggal 17 Januari 2003, kelembagaan PPLH-ITB digantikan oleh Kelompok Penelitian dan Pengembangan Lingkungan (KPPL) dibawah Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) ITB.

 

Dengan dihapuskannya kelembagaan KPP di lingkungan ITB, maka pada tanggal 26 Mei 2005 melalui Keputusan Rektor ITB Nomor 099/SK/K01/OT/2005 dibentuk Pusat Studi Lingkungan Hidup Institut Teknologi Bandung.

 

Fokus Penelitian

PSLH-ITB fokus pada penelitian yang dapat mempengaruhi kebijakan lingkungan hidup di Indonesia. Selain itu, PSLH-ITB fokus pada penguatan kapasitas masyarakat dalam melaksanakan dan mengembangkan inovasi pengelolaan lingkungan di Indonesia.

 

PSLH-ITB berfungsi mempersatukan berbagai kelompok keilmuan dan keahlian (Fakultas/Sekolah, KK, Program Studi, Pusat Penelitian, dan Pusat) di ITB yang relevan dan menghubungkannya dengan pihak-pihak penentu kebijakan, pressure group, dan inisiatif masyarakat luas yang melaksanakan kebijakan agar penyelenggaraan pengelolaan lingkungan dapat berlangsung secara lebih setara, berimbang, dan berkualitas. Dalam konteks tuntutan perkembangan penyelenggaraan pengelolaan lingkungan di Indonesia pada masa mendatang, maka visi PSLH-ITB adalah : Penggerak Perwujudan Pengelolaan Lingkungan yang Berkualitas dan Terintegrasi.

 

Sejalan dengan visi institusi, maka misi PSLH-ITB adalah :

  • Mendorong, menunjang, dan mempengaruhi inspirasi, orientasi, kebijakan, dan regulasi pengelolaan lingkungan untuk kepentingan utama negara dan bangsa Indonesia (ultimate value).
  • Memperkuat peran sebagai institutional clearing house untuk membangun ultimate value dalam pengelolaan lingkungan.

Meningkatkan kapasitas dan inovasi lembaga dan individu yang menjadi unsur publik untuk berperan serta dalam pengelolaan lingkungan secara berkualitas.

 

Aktivitas Penelitian

Aktivitas penelitian PSLH-ITB terdiri dari kegiatan menghubungkan institusi ITB dengan pelaku kebijakan lingkungan baik dari unsur pemerintah maupun masyarakat. Selama ini PSLH-ITB telah melaksanakan berbagai program yang pada garis besarnya berada dalam proses menuju hubungan tata nilai pengelolaan lingkungan yang lebih baik, yakni antara nilai yang terwujud oleh kebijakan dengan nilai yang dikehendaki oleh masyarakat luas sebagai pelaku pembangunan, pelaksana pengelolaan lingkungan, dan penerima dampak pembangunan.

Penelitian yang diselenggarakan oleh PSLH-ITB bersifat interdisiplin dan terapan yang mencakup pengembangan:

  • Sistem pengelolaan lingkungan yang efektif dan effisien yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals).
  • Instrumen pengelolaan lingkungan yang lebih tepat melalui regulasi tentang norma, tata cara dan kelembagaan; instrument insentif-disinsentif; dan instrumen yang mewujudkan peningkatan peran serta masyarakat.

Penelitian Tahun 2014-2019

  • Pengembangan konsep dan aplikasi dari RECP (Resource Efficient and Cleaner Production) bagi industri di Indonesia.
  • Pemetaan Dampak Merkuri Terhadap Lingkungan, Kesehatan dan Sosial Ekonomi Masyarakat di Sekitar Lokasi Pertambangan Emas Skala Kecil.
  • Penyusunan naskah akademis, bagi pengelolaan lingkungan di industri, antara lain untuk industri tekstil, kimia, oleokimia, pulp dan kertas.
  • Pemetaan dampak mikroplastik di beberapa sungai di Indonesia.
  • Konservasi dan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) Cileungsi.

Penerapan Hasil Penelitian 2014 – 2019

  • Terbitnya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. P.16/MENLHK/SETJEN/KUM.1/4/2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah.
  • Konsep RECP (Resource Efficient and Cleaner Production) mulai diterapkan oleh beberapa industri di Indonesia.
  • Hasil pemetaan dampak merkuri di 4 (empat) daerah studi yaitu yaitu Kab. Wonogiri (Jawa Tengah), Kab. Kotawaringin Barat (Kalimantan Tengah), Kab. Merangin (Jambi) dan Kab. Dharmasraya (Sumatera Barat).

Mitra Kerjasama 2014-2019

Dalam melaksanakan kegiatannya PSLH ITB bermitra dengan berbagai institusi di dalam dan luar negeri. Institusi yang bermitra selama tahun 2014 -2019, antara lain: UNESCO – IHE yang didukung dengan dana dari Bill and Melinda Gates Foundation, JICA, UNIDO, SECO (Swiss State Secretariat for Economic Affairs), Asia Pacific Network (APN), Kurita Water Environment Foundation, Mitsubishi UFJ Research, Delft University of Technology, IR3ES – Tokyo University, Kobe University, National Institute of Environmental Studies (NIES – Japan), Korean Research Institute of Chemical Technology (KRICT), JTop Cooperation Limited, Asahi Kasei, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, PT Smelting Indonesia, PT Amoco Mitsui PTA Indonesia, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), BP Tangguh, PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT Saka Indonesia Pangkah Limited, PT Petrokimia Gresik, PT Kaltim Nitrate Indonesia, dll.

EnglishIndonesia